Viral Bajakah Jadi Obat Kanker

Dulu Akar Bajakah Hanya Laku Rp 10 Ribu, Setelah Heboh sebagai Obat Kanker Dibanderol Jutaan Rupiah

Akar bajakah tunggal atau bajakah lamei saat ini paling diburu setelah berita yang mengabarkan khasiatnya sebagai obat kanker.

Dulu Akar Bajakah Hanya Laku Rp 10 Ribu, Setelah Heboh sebagai Obat Kanker Dibanderol Jutaan Rupiah
Adrie P. Saputra | Facebook Stalino
Berdasarkan temuan tiga siswa dari SMAN 2 Kota Palangkaraya itu, tanaman bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker. 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Akar bajakah tunggal atau bajakah lamei saat ini paling diburu setelah berita yang mengabarkan khasiatnya sebagai obat kanker.

Kabar itu tak lepas dari prestasi dua siswi SMAN 2 Palangkaraya memenangkan lomba karya tulis ilmiah di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019.

Selain itu di media sosial marak beredar foto kemasan beberapa potongan tumbuhan tersebut lengkap dengan harganya, yang berkisar Rp 500 ribu hingga Rp1 juta.

Di sejumlah toko aksesori Dayak di Palangkaraya, yang juga menjual obat tradisional, pun ramai pengunjung yang mencari akar bajakah.

Padahal sebelumnya akar ini kurang laku dan hanya dijual Rp 10 ribu per bungkus.

Baca: KRONOLOGI AWAL Pecahnya Kerusuhan di Manokwari hingga Kondisi Papua Terkini

Baca: Bajakah Marak Dijual dengan Harga Fantastis, Jangan Asal Konsumsi, Salah Minum Bisa Berbahaya 

Baca: Sebut Orang Ketiga, Nia Ramadhani Benci Saat Tahu Perilaku BCL di Pesta Nikah Anak Raam Punjabi

Baca: Full Artis Tenar, Dari Dian Sastro Hingga Joe Taslim Bintangi Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1

Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang  berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019).
Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Demikian juga di toko ramuan tradisional Dayak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Muhammad Rusdi, penjaga Toko Permata Martapura di Jalan Ahmad Yani, mengaku setiap hari ada puluhan orang datang untuk membeli akar bajakah.

"Kami memang menjual campuran akar obat tradisional Dayak, yang di dalamnya juga ada akar bajakah. Tetapi selama ini tidak begitu banyak dibeli,” kata Rusdi.

Oleh karena tidak banyak persediaan, Rusdi pun meminta pengunjung bersabar menunggu barang yang masih dipesan.

“Besok datang sore," ujarnya kepada seorang pengunjung.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved