Upaya YKPI Terus Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

YKPI terus menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker kepada masyarakat Indonesia baik kepada perempuan maupun laki-laki.

Upaya YKPI Terus Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Acara Dwi Windu Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) terus menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker kepada masyarakat Indonesia baik kepada perempuan maupun laki-laki.

Linda Agum Gumelar selaku pimpinan YKPI menyebutkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kesadaran pada kanker payudara YKPI menyiapkan sejumlah program.

Pertama, YKPI mengadakan skrining masal gratis melalui unit mobil mammografi (UMM) bekerjasama dengan RSK Dharmais.

Menjangkau masyarakat di kawasan Jakarta dan sekitarnya, terdapat 13.264 orang yang mamogradi di mobil ini dengan hasil 1.982 orang diketahui memiliki tumor jinak dan 208 orang memiliki tumor ganas.

Baca: 6 Pangkal Masalah BPJS Kesehatan: Rumah Sakit yang Nakal hingga Data Tidak Valid

Baca: Persib dan Persebaya Sama-Sama Krisis Pemain Jelang Laga Penting di Pekan ke-16 Liga 1 2019

Baca: Ibu dari Mahasiswi Baru Ini Tewas Tertimpa Pohon saat Tunggu Anaknya Ujian di Universitas Pancasila

“Dengan ukuran mobil yang besar kita mau jemput bola, kita datang ke berbagai kelompok masyarakat supaya masyarakat cepat terdeteksi dan ini sifatnya free,” kata Linda saat ditemui di acara Dwi Windu YKPI di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Program lainnya yang dilakukan YKPI adalah pelatihan pendamping pasien kanker untuk lebih memahami cara menghadapi kondisi pasien agar terus semangat melakukan rangkaian pengobatan medis.

YKPI juga menyediakan rumah singgah bagi para penderita kanker untuk memberikan kenyamanan saat menjalankan proses penyembuhan.

“Pengobatan kanker kan waktunya panjang, iya kalau punya biay, kalau enggak punya biaya kami punya punya 24 tempat tidur, ruangan ac dan mmobil antar jemput,” kata Linda.

Kedepannya YKPI berharap dapat melengkapi alat-alat untuk membantu penderita kanker seperti memiliki unit mobil kemoterapi, menambah kapasitas rumah singgah dan semakin banyak masyarakat peduli akan kanker payudara sehingga tidak takut dan malu lagi melakukan deteksi dini.

“Untuk itu kami tidak akan berhenti memberikan informasi seputar kanker payudara dan sosialisasi deteksi dini, baik secara langsung ataupun melalui media sosial channel yang dikelola YKPI,” kata Linda.

Adapun kanker payudara di Indonesia berdasarkan data Kemenkes awal tahun 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Dengan upaya deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun, penyakit kanker akan diketahui lebih dini pula, sehingga biaya terapi tidak terlalu mahal dan kemungkinan untuk sembuhnya dapat mencapai 90 persen.

Dari jumlah tersebut hanya 70 persen orang yang melakukan deteksi dini ternyata sudah menderita kanker payudara stadium lanjut padahal penyakit ini termasuk penyakit mematikan.

Sementara secara global berdasarkan data dari American Cancer Society, pada 2018 diestimasi sekitar 2.250 kasus kanker payudara pada pria ditemukan dan 480 diantaranya diperkirakan meninggal dunia.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved