Pentingnya Peran Orangtua untuk Kesehatan Mental Anak

Orangtua memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak sehingga harus bangun hubungan yang positif dengan anak sejak dini

Pentingnya Peran Orangtua untuk Kesehatan Mental Anak
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Anak-anak menggambar pada kertas besar yang dipajang pada gelaran Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019). Pekan Kebudayaan Nasional digelar selama seminggu untuk memamerkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat hingga internasional. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orangtua memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak. Oleh karena itu, orangtua harus membangun hubungan yang positif dengan anak sejak dini.

Hal ini disampaikan oleh psikolog Rayi Tanjungsari kepada Tribun Network, Senin (7/10/2019).

Rayi mengatakan anak harus merasa orangtua adalah tempat yang aman baginya untuk menceritakan pengalaman secara terbuka. Selain itu, orangtua juga harus membuat batasan-batasan mengenai perilaku mana yang tidak wajar dan dapat menyakiti orang lain serta perilaku yang dapat membahayakan orang lain.

"Agar anak dapat memahami perlakuan yang dia dapat dari orang lain dan paham tidak melakukannya kepada orang lain," kata Rayi.

Menurut Rayi pemahaman setiap individu adalah unik dan spesial perlu ditanamkan pada anak. Anak juga harus terbiasa melihat sisi positif dari suatu individu. Hal ini diperlukan agar anak dapat menerima diri apa adanya dan memahami perbedaan dirinya dari orang lain.

Rayi juga menganjurkan orangtua untuk sejak dini melatih anak untuk memiliki postur tubuh yang menunjukkan kepercayaan diri. Misalnya membiasakan anak berjalan menatap ke depan, menatap mata lawan bicara dan berjalan tegak.

"Hal ini untuk menunjukkan sikap percaya diri agar anak terhindar dari potensi menjadi korban bullying (perundungan)," ujarnya.

Sejumlah warga dari Komunitas Sudah Dong membentangkan stiker berisikan ajakan tidak melakukan
Sejumlah warga dari Komunitas Sudah Dong membentangkan stiker berisikan ajakan tidak melakukan "bullying" saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (23/7/2017). Aksi tersebut dilakukan untuk mengajak masyarakat menghentikan aksi "bullying" (merundung) yang kerap terjadi di sekolah dan di dunia maya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Psikolog Ahastari Nataliza mengatakan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Masalah kesehatan mental juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor dari dalam diri individu dan lingkungan. Manajemen stres yang kurang dan kurangnya perawatan diri bisa menyebabkan masalah kesehatan mental.

"Bisa juga karena media sosial, lingkungan, tekanan teman sebaya, situasi tak terduga seperti pemecatan, bencana alam atau sakit parah," ujar Nataliza kepada Tribun Network, Senin (7/10/2019).

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved