YLKI Temukan Informasi tentang Penggunaan Pemanis Buatan kepada Masyarakat Masih Minim

Pemanis buatan merupakan golongan bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak memiliki nilai gizi apapun.

YLKI Temukan Informasi tentang Penggunaan Pemanis Buatan kepada Masyarakat Masih Minim
Wartawan Magang/Meliana
Jumpa pers YLKI yang memaparkan hasil survei terkait pemanis buatan di Jakarta, Jumat (11/10/2019) 

Laporan Wartawan Magang Meliana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring berkembangnya zaman, mulai dikembangkanlah sumber pemanis lain yang diciptakan atau disintetik dari bahan kimia untuk menciptakan rasa manis yang sama dengan pemanis alami.

Menyikapi hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada bulan Maret sampai April 2019 telah melakukan survey kepada 90 orang responden, yang terdiri dari 30 ibu hamil, 30 ibu menyusui dan 30 ibu yang mempunyai anak balita di wilayah Jakarta Selatan.

Baca: Kapolsek Menes Ceritakan Detik-detik Penusukan Wiranto: Pelaku Perempuan Tusuk Saya Dari Belakang

"Mayoritas responden survey 90 persen pernah mendengar istilah pemanis buatan, tetapi mayoritas mempersepsikan sebagai pengganti gula atau biang gula 45 persen dan sebanyak 96 persen responden survei tidak mengetahui nama-nama jenis pemanis buatan," jelas Natalya Kurniawati Staff Peneliti YLKI saat mengadakan Press Conference Jumat (11/10/2019).

Pemanis buatan merupakan golongan bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak memiliki nilai gizi apapun.

Sehingga, seringkali diklaim lebih aman bagi mereka yang ingin menikmati rasa manis tanpa mengkhawatirkan kelebihan kalori.

"Bahkan dari 90 persen responden survei hanya 4 persen nama-nama pemanis buatan yang diketahui, Siklamat, Aspartam, Sakarin, Xilotol dan Sukralosa jenis pemanis yang mereka tahu," ucap Natalya.

Natalya mengungkapkan sumber utama responden memperoleh informasi terkait pemanis buatan dari teman atau keluarga dan media sosial.

Bahkan konsumen minim mengetahui informasi adanya pemanis buatan dari label produk maupun tenaga kesehatan.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 51 persen konsumen jarang membaca informasi terkait pemanis buatan.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved