Jangan Kebanyakan Duduk, Regangkan Tubuh 3 sampai 5 Menit untuk Hindari Masalah Kesehatan

Duduk terlalu lama saat bekerja tanpa melakukan peregangan dapat memancing berbagai penyakit.

Jangan Kebanyakan Duduk, Regangkan Tubuh 3 sampai 5 Menit untuk Hindari Masalah Kesehatan
Ist/Tribunnews.com
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto duduk di barisan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Berbeda dengan ketua umum parpol pendukung Jokowi lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Duduk terlalu lama saat bekerja tanpa melakukan peregangan dapat memancing berbagai penyakit.

Dr. Andi Kurniawan Sp. KO menyebutkan beberapa penyakit yang biasa dikeluhkan mereka yang terlalu lama duduk biasanya keluhan pada leher hingga tulang belakang

“Kalau duduk terlalu lama nanti ototnya sering kaku, sakit pada leher, karena kan duduk didepan komputer mengetik itu menyebabkan masalah kesehatan,” ungkap dr. Andi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu kalu.

“Kalau duduk kan jadinya kurang gerak, bisa menyebabkan obesitas, kolesterol dan sakit jantung,” tambah dr. Andi.

Baca: 7 Cara Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke akibat Cuaca Panas

Baca: 8 Kuliner Malam di Surabaya Ini Enak dan Menggugah Selera, Awas Gagal Diet!

Baca: Sulli Pernah Mengharapkan Rasa Cinta Saat Depresi Melanda, Tapi Malah Ditinggalkan

Untuk menghindari penyakit diatas dr. Andi menyarankan agar memberikan waktu sekitar tiga hingga lima menit ketika sudah merasa terlalu lama duduk.

Lakukan peregangan sebentar, misalnya dengan jalan di tempat, sekedar berjalan mengisi air minum atau meregangkan tangan sangat bermanfaat bagi tubuh.

“Melakukan yang simpel, tangan kita diregangkan, intinya peregangan, stretching menurut saya itu penting dan bermanfaat,” ucap dr. Andi.

Peregangan ini juga berlaku bagi masyarakat perkotaan yang terlalu lama duduk di kendaraan karena terjebak macet agar peredaran darah pada tubuh tetap normal.

“Itu masalah di perkotaan terlalu banyak duduk, ada macet mau gamau duduk di motor, taksi dan mobil, penting juga peregangan sedikit,” kata dr. Andi.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved