Breaking News:

Sebelum Meninggal, Djaduk Ferianto Kesemutan saat Bangun Tidur, Ini Tanda Penyakit Berat?

Menurut Novindra Dirantara, Board Creative 'Ngayogjazz', Djaduk Ferianto mengaku kesakitan kala terbangun dari tidurnya.

KuaEtnika/@amrinovanpw
Djaduk Ferianto @djaduk & Kua Etnika dalam Konser Sesaji Nagari | Taman Budaya Yogyakarta | 10 Maret 2019 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar duka datang dari ranah seni Tanah Air, seniman asal Yogyakarta Djaduk Ferianto dinyatakan mengembuskan napas terakhir.

Seniman yang aktif dalam Teater Gandrik ini meninggal dunia saat berada di rumah seusai mengikuti rapat 'Ngayogjazz', pada Rabu (13/11/2019) pukul 02.30.

Melansir Kompas.com, menurut Novindra Dirantara, Board Creative 'Ngayogjazz', Djaduk Ferianto mengaku kesakitan kala terbangun dari tidurnya.

Sederet Selebritis Ucap Bela Sungkawa Terkait Kematian Djaduk Ferianto, dari Sherina Hingga Soimah
Sederet Selebritis Ucap Bela Sungkawa Terkait Kematian Djaduk Ferianto, dari Sherina Hingga Soimah (Instagram Djaduk Ferianto)

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Vindra itu mengungkapkan bahwa Djaduk Ferianto merasakan kesemutan hingga sulit bicara.

"Saat bangun, beliau merasa kesemutan di tubuh dan bicaranya sudah enggak jelas," kata Vindra. Vindra mengaku diberi kabar oleh keponakan Djaduk yang tinggal bersama.

Baca: Suasana Haru Saat Jenazah Djaduk Ferianto Dimakamkan di Samping Sang Ayah, Bagong Kussudiarja

Baca: Kehilangan Sosok Djaduk Ferianto, Glenn Fredly: Kaya Enggak Percaya

Baca: Sang Adik Meninggal Saat Siapkan 3 Pagelaran, Butet Kartaredjasa: Djaduk Melebihi Dosisnya

Sensasi kesemutan memang sering kali terjadi tanpa disadari bahkan terkesan disepelekan dengan membiarkan rasa geli dan mati rasa itu hilang sendiri.

Namun siapa sangka, 30% orang yang sering kesemutan merupakan gejala awal gangguan saraf tepi neuropati.

Bahkan melansir dari WebMD, kesemutan juga sering menjadi tanda awal dari beberapa penyakit mematikan, diantaranya:

KEsemutan
KEsemutan (tribunstyle.com)

1. Gangguan saraf tepi neuropati

Neuropati perifer atau gangguan saraf tepi dapat memberikan dampak permanen bila tidak ditangani dengan tepat.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved