Inilah Cara Tepat Mengobati Luka Bakar, Jangan Oleskan Odol atau Pasta Gigi

Banyak orang yang termakan mitos odol atau pasta gigi adalah penanganan paling tepat untuk luka bakar, padahal hal tersebut salah.

Inilah Cara Tepat Mengobati Luka Bakar, Jangan Oleskan Odol atau Pasta Gigi
advancedtissue.com
Ilustrasi luka diperban - Banyak orang yang termakan mitos odol atau pasta gigi adalah penanganan paling tepat untuk luka bakar, padahal hal tersebut salah. 

TRIBUNNEWS.COM - Apakah hal yang pertama Anda lakukan jika mengalami luka bakar?

Banyak orang yang termakan mitos odol atau pasta gigi adalah penanganan paling tepat untuk luka bakar, padahal hal tersebut salah.

Luka bakar adalah kerusakan bagian permukaan kulit akibat terkena sentuhan benda-benda dari luar yang bersuhu tinggi atau memiliki kandungan kimia tertentu.

Luka bakar lumrah terjadi di kehidupan sehari-hari, misalnya terkena percikan minyak mendidih saat menggoreng, atau tersenggol knalpot sepeda motor.

Dikutip Tribunnews.com dari advancedtissue.com, Jumat (6/12/2019) luka bakar dibedakan menjadi empat level tergantung tingkat keparahannya.

Yang pertama adalah luka bakar ringan yang menyebabkan rasa sakit, kemerahan, pembengkakan ringan, serta tak adanya bagian kulit yang melepuh.

Luka bakar level kedua memiliki bagian yang melepuh sehingga mengindikasikan kerusakan kulit tak hanya terjadi di permukaan saja.

Level ketiga ditandai dengan permukaan kulit yang tampak kasar atau bertekstur disertai mati rasa karena kerusakan pada dermis dan saraf di sekitar luka.

Level keempat yang paling berat adalah luka bakar yang sudah masuk ke bagian daging atau lapisan kulit yang terdalam sehingga sangat memerlukan perawatan medis.

Untuk luka bakar level pertama dan kedua, atau luka bakar yang lebarnya tidak lebih dari 7 cm, Anda bisa melakukan pengobatan dan perawatan sendiri di rumah.

Halaman
12
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved