Ini Trik Menangkal Virus Masuk ke Dalam Tubuh Agar Tidak Perlu Mengonsumsi Antibiotik

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti batuk, pilek, bahkan demam berdarah bisa sembuh sendiri tanpa antibiotik.

NOVA
Meskipun biasanya antibiotik direkomendasikan untuk bisa dikonsumsi hingga 7 hari berturut-turut, kebiasaan mengonsumsi antibiotik bisa menimbulkan efek samping seperti jerawat dan TBC. 

Laporan Wartawan Tibunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti batuk, pilek, bahkan demam berdarah bisa sembuh sendiri tanpa antibiotik.

Ketua Komisi Pengendalian Resistensi Antimikrobial (KPRA), Dr. dr. Hari Paraton, Sp. OG menyebutkan penyakit yang disebabkan virus mudah disembuhkan dengan istirahat yang cukup.

Kemudian terapkan juga pola hidup bersih seperti selalu cuci tangan sesudah dan sebelum makan, melakukan aktivitas di kamar mandi, maupun setelah datang dari luar ruangan.

Cuci tangan juga wajib dilakukan ketika selesai mengelap hidung yang sedang flu agar tidak menyebarkan virus ke orang lain melalui tangan kita saat memegang sesuatu yang banyak dipegang orang.

Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun.(benefitsbridge.unitedconcordia.com)
Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun.(benefitsbridge.unitedconcordia.com) (benefitsbridge.unitedconcordia.com)

“Setiap saat cuci tangan pokoknya, karena cuci tangan ini mampu menghilangkan sebagian besar kuman yang akan masuk ke tubuh kita,” ungkap dr. Hari saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Kemudian cegah juga penyebaran birus dengan sejumlah rangkaian vaksinasi seperti vaksin influenza.

Selanjutnya ingatkan juga pada mereka yang terserang virus yang mudah tersebar lewat udara untuk menggunakan masker.

Baca: Tidak Semua Penyakit Bisa Diobati dengan Antibiotik,Lakukan Ini untuk Lawan Batuk Pilek karena Virus

Baca: Kisah Pilu Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden, Antibiotik Membuatnya Tak Bisa Mendengar

Resistensi obat antibiotik telah merenggut nyawa 700.000 penduduk dunia setiap tahunnya.
Resistensi obat antibiotik telah merenggut nyawa 700.000 penduduk dunia setiap tahunnya. (Kompas.com)

“Ingat yang sakit yang pakai masker ya, budaya mengingatkan orang zakit ini penting jangan malu ngingetin,” kata dr. Hari.

Pencegahan-pencegahan ini dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan antibiotik berlebihan yang dapat menyebabkan tubuh kebal terhadap antibiotik.

Berita Populer
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved