Penderita Stroke yang Ditangani Lebih Cepat akan Makin Rendah Dampaknya Bagi Tubuh

Stroke terjadi karena aliran darah ke otak terganggu dan kurangnya pasokan darah berarti bahwa tidak cukup oksigen atau nutrisi mencapai otak

Penderita Stroke yang Ditangani Lebih Cepat akan  Makin Rendah Dampaknya Bagi Tubuh
healthline
Ilustrasi stroke di usia muda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap penyakit yang terjangkit di dalam manusia harus segera ditangani dan diobati berdasarkan beratnya penyakit tersebut.

Ada yang cukup dengan istirahat, namun ada yang harus ditangani secara khusus oleh dokter dan segera seperti stroke.

Stroke sebagaimana kita tahu, dapat menyebabkan disabilitas hingga kematian.

"Semakin cepat ditangani maka semakin rendah pula dampaknya dalam tubuh manusia," kata dokter neurologi Siloam Hospitals Bekasi, dr. Rezy Sesareza, Sp.N. saat seminar awam bertema Tatalaksana Stroke yang Tepat dan Akurat di Bekasi.

Rezy mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab stroke.

Aliran darah ke otak terganggu dan kurangnya pasokan darah berarti bahwa tidak cukup oksigen atau nutrisi mencapai otak dan sel-sel otak menjadi rusak atau hancur secara permanen.

Baca: Annisa Bahar Berduka, Sang Bunda Meninggal Usai Koma karena Stroke

Baca: Lambaian Tangan Hendra Sebelum Bos Diskotek Itu Tewas Terpanggang di Dalam Mobilnya

Baca: Resmi Jadi Wakil Kepala KSP, Yanes Akan Tuntaskan Implementasi MoU Helsinki

Adapun cara kita tahu jika seseorang mengalami stroke adalah sakit kepala parah dan timbul tiba-tiba, pusing, tidak sadarkan diri, gangguan pengelihatan, kesulitan berbicara atau membentuk kata-kata.

"Kebingungan dalam memahami apa yang dikatakan, mengulai mulut di satu sisi, lemahnya atau kehilangan gerakan dan atau sensasi pada satu anggota tubuh atau lebih," kata Rezy.

Sementara dr Alvin Abrar Harahap M.Ked, Sp.BS. menjelaskan betapa pentingnya tatalaksana stroke yang tepat dan akurat.

Tapi penyakit stroke sangat bisa dicegah dengan berhenti merokok, hindari alkohol, kontrol kadar kolesterol, kontrol tekanan darah.

"Juga kontrol kadar gula darah, diet sehat, meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan yang sesuai untuk mengontrol penyakit yang menjadi faktor resiko,”  katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved