Breaking News:

Virus Corona

Riwayat Perjalanan dan Pertemuan Pasien Virus Corona Penting Ditelusuri Untuk Pantau Penyebarannya

Virus corona yang ada saat ini merupakan virus baru dan sampai saat ini masih dilakukan penelitian terkait detil virus ini.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi: Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) yang tergabung dalam Kelompok Studi Mahasiswa Cosmetology Study Group (KSM CSG) membuat hand sanitizer dari bahan ekstrak lidah buaya (Aloe Vera) di laboratorium Semi Solid Likuid, Kampus Tenggilis, Jumat (6/3). Kegiatan itu sebagai upaya preventiv pencegahan penyebaran virus Corona (Covid 19) di sekitar kampus. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Proses penyebaran virus corona (COVID-19) terus berkembang.

Orang yang dinyatakan positif virus corona pun tidak lagi bisa dilihat dengan hanya menunjukan gejala umum.

Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Obat Tropik, Department of Internal Medicine RSPAD Gatot Soebroto, dr. Soroy Lardo, SpPD menyebutkan setiap virus memang memiliki karakteristik sendiri.

Virus corona yang ada saat ini merupakan virus baru dan sampai saat ini masih dilakukan penelitian terkait detil virus ini.

Baca: Kemenhub Bantah Ada Nahkoda Terpapar Virus Corona di Pelabuhan Tanjung Priok

“Saat ini struktur proteinnya lagi diteliti, patogennya,” ucap dr Soroy saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Kemudian sifat virus memang bisa mudah menyebar sehingga seseorang yang positif terjangkit virus harus ditelusuri riwayat perjalanan dan pertemuannya.

Penelusuran ini penting untuk mengetahui zona pemantauan kesehatan orang yang bertemu dengan pasien bila menunjukan gejala agar bisa dilakukan perawatan.

Baca: Waspada Penyebaran Virus Corona, Pemda Buka Pusat Informasi Bagi Masyarakat

“Walaupun ada pasien tanpa gejala kan masih tetap mengandung virusnya. Itu bukan hanya tugas dokter, harus ada surveilence, lihat tracking jejak penyebarannya kemana,” ungkap dr Soroy.

Apabila seseorang sudah dinyatakan negatif atau sembuh dari virus corona, pasien sebaiknya tetap dalam pemantauan.

Kemudian ketika pasien dinyatakan sudah negatif terjangkit virus dan tidak berselang lama dinyatakan positif kembali maka harus diperiksa dengan detil untuk memastikan detil mutasi virus dalam tubuh.

“Kalau sampai positif lagi, ada mekanisme yang salah. Bisa ada satu mutasi terjadi, ini hubungannya ke biomokuler harus diperiksa di lab,” kata dr Soroy.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved