Breaking News:

Virus Corona

Bahan Alami Curcumin Berkhasiat Tingkatkan Imunitas Tubuh, Tapi Bukan Obat untuk Covid-19

Saat virus corona atau covid-19 yang berasal dari China, merebak di Indonesia, curcumin banyak diburu masyarakat untuk dibeli dan dikonsumsi.

TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
DR Chaidir, Perekayasa Obat dari Bahan Alami dari Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT (paling kanan) dan Profesor Dr Muhammad Hanafi, peneliti pada Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam paparan tentang khasiat curcumin untuk menjaga imunitas tubuh dari paparan virus covid-19 di Pusat Penelitian Kimia LIPI di Puspitek Serpong, Banten, Kamis 19 Maret 2020. 

"Obat traditional kita fungsinya untuk preventif. Tidak punya fungsi fungsi tertentu, tapi untuk meningkatkan sistem imun dan stamina tubuh," ujarnya.

Karakter obat herbal seperti curcumin menurut Dr Akhmad Darmawan, tidak begitu memberikan efek pada aspek reseptor penyakit. 

Dia mengingatkan, dalam tubuh setiap orang terdapat kemampuan membentuk antibodi sendiri yang membutuhkan waktu selama 7 hari agar antibodi tersebut bekerja saat ada virus asing hendak masuk ke tubuh.

Karena itu, dia mengingatkan, agar terhindar dari serangan virus covid-19, upaya preventif menjaga higienitas diri sangat penting.

Termasuk pula, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga.

"Konsep kedokteran yang holistik tidak hanya mengandalkan pada pengobatan tapi juga istirahat cukup, olahraga, tidak stres dan sebagainya," imbuh Dr Chaidir.

Dia juga menegaskan, munculnya pandemi virus Covid-19 bisa menjadi momentum baik bagi bangsa Indonesia agar lebih intens meneliti khasiat obat tanaman herbal yang banyak tumbuh di Indonesia.

Dia mengatakan, sejak tahun 1990-an di era Menristek BJ Habibie, Indonesia sudah memiliki jangkauan visi yang sangat jauh dan bagus untuk strategi di dunia kefarmasian.

Yakni, dengan membangun industri bioteknologi, yang salah satunya mengembangkan obat antibiotik, yang saat itu start-nya bersama-sama dengan Singapura.

Hal ini sangat dimungkinkan dilakukan oleh ndonesia karena negeri ini memiliki keaneragaman hayati yang sangat melimpah dan tenaga ahli cukup.

Namun, kondisi krisis 1998 membuat roadmap ini terhenti direalisasikan.

Karena itu, dia berharap, munculnya wabah virus covid-19 ini bisa mendorong Pemerintah agar memiliki respon kuat tentang pentingnya memiliki kemampuan sains secara mandiri untuk menciptakan obat atau vaksin agar tidak tergantung pada vaksin dan obat impor.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved