Breaking News:

Pola Makan yang Lebih Teratur Saat Berpuasa Bermanfaat Bagi Kesehatan Jiwa

Dengan berpuasa tubuh bisa melalukan detoksifikasi lebih lama karena asupan makanan yang dikonsumsi menjadi lebih sedikit.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Asep Suhadma (43), menawarkan dagangannya cendol Elizabeth kepada pengendara yang melintas di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat (1/5/2020). Asep mengaku penjualan cendol pada puasa Ramadan kali ini menurun drastis akibat dampak dari pandemi virus corona (Covid-19). Biasanya setiap Ramadan terjual 30 hingga 40 bungkus per hari, pada Ramadan kali ini hanya bisa terjual berkisar 7 hingga 10 bungkus per hari. Harga satu bungkus cendolnya dijual antara Rp 15.000 hingga 20.000 (1 kilogram). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berpuasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubu.

Dengan berpuasa tubuh bisa melalukan detoksifikasi lebih lama karena asupan makanan yang dikonsumsi menjadi lebih sedikit.

Selain bisa menjaga kesehatan fisik, berpuasa selama kurang lebih 14 jam juga dapat menjaga kesehatan jiwa seseorang.

Psikiater sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM, dr Ronny Tri Wirasto SpKJ menjelaskan bila puasa mampu meredakan stres.

Baca: Bulan Ramadan, Golkar Salurkan Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

“Banyak hal yang bisa membantu dalam menekan stres, termasuk menjalankan puasa,” kata dr Ronny Tri Wirasto SpKJ dilansir dari website UGM.

Puasa dapat meredakan stres karena saat puasa pola makan lebih teratur seperti mengurangi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak.

Baca: Bikin Persiapan Lebaran Makin Spesial, Cek Bagi-Bagi Semangat Ramadan!

Dari pola makan yang teratur akan merangsang cara bepikir yang lebih teratur sehingga emosi bisa lebih terkendali dan dapat menekan stres.

"Yang mengontrol emosi itu kan salah satunya kemampuan berpikir,” ucap dr Ronny.

Selain itu, dengan puasa kita pun bisa mengatur porsi makanan yang megandung protein.

Baca: Duka Melanda Dunia Musik Tanah Air, Ahmad Dhani: Meninggal di Bulan Ramadan Adalah Cita-Cita Kita

Dengan begitu, hormon kortisol pun terjaga sehingga bisa menekan tingkat stres.

“Jadi, yang tadinya hormonnya dinamis, naik turun, bisa lebih ditekan yang secara tidak langsung menjadi lebih tenang,” kata dr Ronny.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved