Tak Perlu Pakai Alat Sterilisasi Usai Cuci Alat Makan Anak, Tapi Ini yang Perlu Diperhatikan

"Prisipnya alat makan harus bersih, tidak masuk alat steril tidak apa-apa, tapi bersih dari kuman," ujarnya

freepik
Ilustrasi menu MPASI untuk bayi 12 bulan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peralatan makan anak-anak yang sudah memasuki tahapan mengonsumsi Makanan Pendamping ASI atau MPASI, tidak perlu dimasukkan ke alat sterilisasi seperti botol susu.

Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, dr. Titis Prawitasari, SpA(K) menyebutkan untuk menjaga sterilisasi alat makan anak, yang penting adalah dicuci dengan sabun.

Baca: Dokter: Ibu Hamil Positif Covid-19, Bayi Dalam Kandungan Belum Tentu Tertular

Karena peralatan makan anak biasanya terbuat dari plastik bisa dibantu dengan siraman air hangat untuk semakin membersihkan sisa lemak di piring atau gelas.

"Prisipnya alat makan harus bersih, tidak masuk alat steril tidak apa-apa, tapi bersih dari kuman caranya membersihkan dengan sabun untuk bersihkan lemak dibantu dengan air hangat lebih baik," ungkap dr. Titis saat live di instagram IDAI, Kamis (21/5/2020).

Lalu, setelah dicuci dan dibasuh dengan air bersih, segera dikeringkan.

Sebab, apabila lembap bisa dengan mudah memancing timbulnya jamur dan bakteri.

"Alat makan anak harus kering sempurna bahwa tidak lembap karena lembap disenangi jamur dan spora lainnya," kata dr. Titis.

Mengenai bahan alat makan anak biasanya anak lebih menyukai yang berbahan lembek dari plastik dibandingkan yang menggunakan stainless steel.

Baca: Cuti Bersama Dicabut, ASN Tetap Masuk Kerja Hari Jumat Ini

Kelemahan bahan plastik tidak tahan dengan panas sehingga tunghu dulu sekitar 5 sampai 10 menit baru pindahlan MPASI dari panci ke alat makan anak.

"Kalau mau meberikan makan anak dengan wadah plastik melanin suhunya harus lebih rendah dari 100 derajat 70 derajat cukup aman buat plastik. Dari 100 ke 70 sekitar 5 sampai 10 menit tergantung suhu ruangan," pungkas dr. Titis.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved