Breaking News:

Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan di Instalasi Radiologi Khusus Penyakit Stroke

Synapse, sebuah teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari Fujifilm sedang tren dalam bidang radiologi.

ist
Di awal tahun 2020, RS PON telah menggunakan Fujifilm PACS (Picture Archiving & Communication System) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Synapse, sebuah teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari Fujifilm yang  sedang tren dalam bidang radiologi kini telah tersedia di RS Pusat Otak Nasional (PON).

Fujifilm Picture Archiving & Communication System (PACS) berfungsi sebagai penyimpanan image pasien (archiving), viewer image pasien, 3D Post Processing Image, dan teleradiologi untuk menunjang klinik radiologi dalam melakuan diagnosis dengan alur kerja yang efektif, efisien dan tidak repetitif.

PACS menjadikan pekerjaan manual yang repetitif menjadi digital serta memberikan kemudahan akses melalui mobile device dan dapat diakses para dokter dan tenaga kesehatan dimanapun termasuk ketika  pasien ingin melakukan second opinion.

Hasilnya pemeriksaan di instalasi radiologi khusus penyakit stroke kini berhasil maksimal 20 menit.

Kabar baik ini telah di presentasikan dalam pertemuan ilmiah  Radiological Technologist Conference Chiangmai - Thailand dengan judul Role of PACS in Order to Maximize Stroke Disease Service at National Brain Center Hospital (RS PON) berdasarkan pengalaman pemakaian PACS Synapse.

Baca juga: Organisasi Profesi Somasi Menkes Terawan Soal PMK Pelayanan Radiologi

Baca juga: Mengenal Jenis Stroke, Penyebab, hingga Gejalanya

Perubahan paling signifikan yang dirasakan kini adalah semakin singkatnya alur pemeriksaan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien, seperti hasil dari foto radiologi tidak perlu dicetak dan selanjutnya diberikan ke dokter klinisi karena sekarang dapat langsung dibaca secara otomatis masuk ke dalam rekam medis elektronik pasien. 

Tidak perlu proses konversi format jpeg dan tidak memerlukan proses unggah dan unduh data melalui email.

Dokter Radiolog kini dapat melakukan 3D Processing di luar rumah sakit terutama dalam kasus CT Angiografi.

Jika data gambar yang dibutuhkan dirasa kurang maka dapat menarik data lainnya tanpa perlu melibatkan radiografer di rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved