Breaking News:

Penanganan Covid

Ibu Hamil Tak Disarankan Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

erapi plasma konvalesen merupakan satu jenis pengobatan covid-19. Pengobatan ini disebut efektif membantu pengobatan pasien Covid-19.

Timesofisrael
Dua orang Ibu Melahirkan Dalam Perjalanan ke Rumah Sakit di NTT, Sang Bidan Sampai Harus Pasang Infus di Kayu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terapi plasma konvalesen merupakan satu jenis pengobatan covid-19.

Pengobatan ini disebut efektif membantu pengobatan pasien Covid-19.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan jika ingin melakukan donor plasma konvalesen.

Tujuannya adalah agar plasma dapat melawan infeksi yang diderita oleh penyintas Covid-19.

Orang yang mendonorkan plasma harus harus terbukti sehat secara laboratorium.

Kemudian, bebas terinfeksi dari virus Covid-19. Jika memang telah terinfeksi, harus dinyatakan sembuh minimal setelah 14 hari dan sebagainya. 

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Covid-19, Sejauh Mana Khasiatnya? Dokter Bilang Begini

Namun, ada syarat yang cukup khas, pendonor diutamakan laki-laki. Jika perempuan, dipastikan belum atau tidak sedang hamil.

Pendonor menjalani donor plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Kebutuhan plasma konvalesen meningkat hingga 200 kantong per hari, oleh karenanya diharapkan penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasmanya untuk membantu penanganan pasien Covid-19 yang masih dirawat. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Pendonor menjalani donor plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Kebutuhan plasma konvalesen meningkat hingga 200 kantong per hari, oleh karenanya diharapkan penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasmanya untuk membantu penanganan pasien Covid-19 yang masih dirawat. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Dalam siaran Radio Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Selasa (23/2/2021), dr Navy G.H.M Lolong Wulung, SpAn- KIC, mengungkapkan alasan ibu hamil tidak disarankan melakukan donor plasma. 

Menurut dia, kondisi perempuan saat hamil sudah cukup berat.

Metabolisme tubuhnya pun meningkat dikarenakan transfusi darah dan nutrisi diserahkan pada janin. Hal ini menyebabkan beragam kadar antibodi muncul di dalam tubuh. 

"Sehingga dalam kondisi saat ini, maka lebih disarankan untuk memilih pendonor yang tidak hamil dan ibu menyusui," ungkapnya. 

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved