Breaking News:

Terlalu Lama Hirup Polusi Dapat Sebabkan Kanker, Begini Cara Menghindarinya

Indonesia tidak pernah lepas dari isu pencemaran, terutama polusi udara. Sebagian besar populasi di dunia tinggal di daerah polusi udara.

Tribunnews/JEPRIMA
Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia tidak pernah lepas dari isu pencemaran, terutama polusi udara. Sebagian besar populasi di dunia tinggal di daerah polusi udara.

Di antaranya seperti daerah industri, pembangkit listrik, kendaraan. Selain itu polusi juga berasal dari pembakaran sampah rumah tangga.

Baca juga: Sariawan hingga Mulut Pahit Saat Jalani Proses Terapi, Pejuang Kanker Tetap Butuh Nutrisi Khusus

Baca juga: YLKI: Transportasi Darat Sumbang 75 Persen Polusi Udara

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP.
Kanker memang ada diakibatkan karena faktor genetik. Tapi angka dari faktor ini hanya sekitar 5% sd 10%. Sedangkan selebihnya, diakibatkan oleh faktor lingkungan.

Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mengacu pada data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 ?g/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Tribunnews/Jeprima
Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mengacu pada data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 ?g/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Menurut data GLOBOCAN 2020, terdapat 396.914 kejadian kanker di Indonesia, dan sebanyak 8,8% atau 34.783 kasus adalah kanker paru. Polusi udara adalah salah satu faktor," ungkapnya saat diwawancarai, Rabu (24/2/2021).

Ia mengatakan jika penelitian memperkirakan bahwa polusi udara dapat mengakibatkan perubahan di dalam DNA manusia.

Sehingga, polusi tadi menyebabkan mutasi sel yang nanti dapat memicu terjadinya kanker.

Lebih banyak polusi udara yang dihirup, maka kemungkinan terkena kanker akan semakin besar.

Oleh karena itu, Prof Aru Sudoyo menyarankan masyarakat yang tinggal atau bekerja di lingkungan yang mengandung polusi udara, selalu menggunakan alat pelindung yang baik.

Selain itu jangan lupa untuk melaksanakan pola hidup yang sehat.

Berhenti merokok, lakukan aktivitas fisik seperti berolah raga. Dan yang terpenring, terapkan pola makan yang sehat dengan mengurangi asupan makanan yang diproses (junk food).

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved