Breaking News:

Konsumsi Obat Diet Dapat Picu Hipertensi Paru

Penumpukan lemak yang berlebihan secara tidak langsung dapat menyebabkan perubahan hemodinamik atau aliran darah yang bisa picu gagal jantung kiri 

zoom-inlihat foto Konsumsi Obat Diet Dapat Picu Hipertensi Paru
Ist
Ilustrasi diet

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Hipertensi pulmonal atau dalam bahasa awamnya hipertensi paru mungkin jarang terdengar oleh masyarakat. Hipertensi paru merupakan salah satu jenis tekanan darah tinggi yang spesifik mengenai pembuluh darah arteri. 

Hipertensi paru terjadi akibat terjadinya peningkatan tekanan dalam pembuluh darah yang menuju ke paru-paru, lebih tinggi dari pada normal. Nyatanya, memang ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya hipertensi.

Di antaranya seperti kelainan pada paru, adanya penyakit bawaan lain, serta obat-obatan.

Nyatanya, obesitas pun dapat memicu terjadinya hipertensi paru. Hal ini diungkapkan oleh dr Arti Indira MGz SpGK FINEM.

Penumpukan lemak yang berlebihan secara tidak langsung dapat menyebabkan perubahan hemodinamik atau aliran darah. Sehingga menyebabkan terjadinya gagal pada jantung kiri. 

Baca juga: Menangis, Tsania Marwa Gagal Jemput Anaknya di Rumah Atalarik Syah: Tiba-tiba Ada Provokasi

"Kondisi ini menyebabkan tekanan darah dan volume yang sehingga hipertensi arteri purmonal terjadi. Ada hubungan signifikan orang hipertensi mengalami kelebihan badan dan memengaruhi keparahan," katanya dalam live streaming, Jumat (1/5/2021).

Oleh karenanya, perlu dilakukan pengurangan berat badan untuk mencegah terjadinya hipertensi. Namun di sisi lain, konsumsi obat diet juga meningkatkan resiko terjadinya hipertensi pada paru. 

Memang tidak semua obat pelangsing berbahaya.

Baca juga: Apa Itu Miokarditis? Peradangan Jantung yang Dialami Beberapa Penerima Vaksin Pfizer di Israel

Namun mengandung zat serotonin yang dapat membuat pembuluh paru menyempit, sehingga aliran darah ke jantung menjadi terganggu.

Konsumsi obat pelangsing yang mengandung serotonin memang dapat memberikan efek menenangkan, sehingg tidak mudah merasa lapar.

"Hindari obat-obatan yang memicu hipertensi paru. Obat obat hipertensi paru mengeluarkan sertononin yang membuat alteri dan pertumbuhan sel sel dalam paru," katanya lagi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved