Breaking News:

Olahraga Penting untuk Penyintas Autoimun, Bisa Dilakukan di Atas Kasur, Ikuti Petunjuk Ahli

Bagaimana cara berolahraga bagi penyintas autoimun yang belum bisa berdiri, bahkan masih berbaring di tempat tidur?

Ist
Niken Tantyo Sudharmono, seorang penyintas autoimun terkemuka di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Belakangan penyakit autoimun kerap terdengar setelah artis Ashanty diketahui salah satu penderitanya.

Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan. Sehingga dapat menyerang jaringan tubuh itu sendiri.

Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh.

Beberapa gejala umum yang dapat dirasakan oleh penyakit autoimun adalah nyeri pada persendian, kekakuan, kelelahan yang berlebihan, dan sakit kepala.

Baca juga: Penderita Syaraf Terjepit Harus Hindari Olahraga Lari atau Melompat, Lebih Baik Berenang

Baca juga: Penderita Autoimun Diminta Hati-hati Pilih Suplemen

Pada penyintas autoimun, perlu diberlakukan hidup yang sehat agar penyakit tersebut tidak berulah kembali.

Di antaranya seperti mengatur pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.

Pada kondisi ini olahraga sangat penting untuk meningkatkan sistim imun karena saat berolahraga, kerja hormonal tubuh jadi seimbang.

Olahraga yang dilakukan cukup dengan intensitas ringan hingga sedang. Tetapi dilakukan secara rutin minimal 3 kali seminggu. Jika dilakukan setiap hari juga lebih baik. Untuk durasi bisa dilakukan minimal 20 menit dan maksimal satu jam.

Lantas bagaimana cara berolahraga bagi penyintas yang belum bisa berdiri, bahkan masih berbaring di tempat tidur?

Menurut dr Go. Linda Sugiarto, Sp. KFR, olahraga masih bisa dilakukan meski sambil berbaring.

Idealnya saat yang tepat untuk berolahraga adalah sebelum sahur, sebelum berbuka dan setelah berbuka.
Olahraga Penting untuk Penyintas Autoimun, Bisa Dilakukan di Atas Kasur, Ikuti Petunjuk Ahli. (dok.)

"Masalah tidak bisa meninggalkan tempat tidur bukan berarti tidak bisa melakukan olahraga. Kita tetap bisa melaksanakan olarhaga meski berada di tempat tidur," katanya dalam live streaming, Rabu (5/5/2021).

Caranya adalah dengan menggerakkan otot secara terus menerus dan konstan. Otot besar yang digerakkan adalah seperti lengan atas dan paha.

Caranya cukup dengan mengangkat dan menurunkan tangan atau kaki. Rumusnya, kecepatan harus konstan dan dilakukan terus menerus tanpa berhenti. Lakukan hingga 10 hitungan dalam tiga kali set. Maksimal istirahat hanya 1 menit.

"Dan itu bisa dilakukan bergantian kanan kiri dan atas bawah, sederhana sekali," katanya lagi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved