Breaking News:

Pentingnya Pengetahuan Pemenuhan Gizi pada Keluarga untuk Cegah Stunting

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, peran keluarga sangat penting sebagai upaya pengentasan maupun penurunan stunting.

istimewa
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, peran keluarga sangat penting sebagai upaya pengentasan maupun penurunan stunting.

Anggota keluarga harus memahami pengetahuan terkait pemenuhan gizi bagi anak.

"Bagaimana keluarga bisa memberikan asupan yang optimal kepada anaknya.

Baca juga: Program Desa Berdaya Generasi Maju di NTT, Upaya Mengatasi Masalah Gizi Buruk hingga Stunting

Baca juga: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Pendidikan Seksual Jangan Dianggap Tabu

Anak dalam posisi yang tidak berdaya, untuk ingin menjadi stunting atau tidak jadi stunting, maka penentunya adalah lingkungan paling dekat adalah keluarga," ujarnya dalam webinar bersama Tanoto Foundation, Rabu (6/10/2021).

Ia menuturkan, satu hal yang sangat penting untuk dikoreksi bersama adalah mindset keluarga yaitu pengetahuan tentang pengasuhan yang baik dan kemudian bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mindset tentang gizi bagaimana keluarga ini sering mengeluarkan belanjanya tetapi justru boros tetapi tidak tepat sasaran. Mereka konsumsi barang-barang yang sebetulnya tidak mencerminkan gizi seimbang sehingga tubuh anak itu kesannya anak itu mendapatkan porsi banyak tetapi sel-selnya kelaparan," jelasnya.

Saat ini pemerintah tengah berupaya mencegah dan menurunkan angka stunting menjadi 14 persen sesuai target Pemerintah pada 2024.

Untuk itu, dalam rangka memenuhi target tersebut, pemerintah menerapkan konsep pentahelix maupun triplehelix yaitu kerjasama antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi untuk bersama-sama memecahkan masalah pola asuh.

"Fokus kepada memperbaiki pola asuh dan kita bisa memberikan contoh-contoh praktek baik yang bisa dilakukan dalam rangka percepatan stunting," imbuh Hasto.

Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry mengatakan, Tanoto Foundation mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

"Permasalahan Stanting menjadi pemasalaham mendasar pembangunan manusia di Indonesia," ujar Eddy.

Berdasarkan, penelitian status gizi Indonesia tahun 2019, kondisi stunting adalah 27, 27 persen. Artinya lebih dari 1 dan 4 anak atau 8 juta anak bakita mengalami hambatan tumbuh kembang dalam usianya.

Terlebih kini kondisi pandemi membuat populasi stunting meningkat, karena terbatasnya akses kesehatan terutama posyandu dan menurunkan daya beli makanan bergizi.

"Pemahaman masyarakat terhadap stunting masih rendah. Strategi tingkat pusat perlu diturunkan ke daerah-daerah dengan mempertimbangkan kondisi budaya dan tradisi setempat," tutur Eddy.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved