Breaking News:

Inovasi Unair Dentolaser Diklaim Mampu Eliminasi Bakteri Spesifik dalam Mulut

Departemen Periodonsia FKG Universitas Airlangga mengenalkan terapi dentolaser sebagai inovasi pencegahan dan terapi sederhana penyakit periodontal.

Istimewa
Departemen Periodonsia FKG Universitas Airlangga bekerja sama dengan Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI Institute) mengadakan webinar bertema "T erapi dentolaser sebagai inovasi pencegahan dan terapi sederhana untuk penyakit periodontal". 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Departemen Periodonsia FKG Universitas Airlangga mengenalkan terapi dentolaser sebagai inovasi pencegahan dan terapi sederhana untuk penyakit periodontal.

Perwakilan Unair Eka Fitria Agustina, drg., M.Kes., Sp.Perio(K) menjabarkan, produk dentolaser akan diproduksi massal.

Instrumen medis ini bisa digunakan oleh para dokter gigi sebagai alat terapi dan mulut dengan teknologi laser.

"Selain dokter gigi, alat ini juga bisa digunakan oleh dokter umum, terutama penyakit kulit seperti jerawat dan ulkus diabetik," ujarnya dalam webinar kerja sama Unair dengan Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI Institute), baru-baru ini.

Baca juga: Lampu UVC Sterilizer Bowin, Efektif Bunuh Bakteri dan Virus pada Peralatan Rumah

Baca juga: 3 Manfaat Minyak Zaitun untuk Perawatan Kulit: Melembabkan dan Melawan Bakteri

Terapi dentolaser menggunakan reaksi kimia dan bahan photosensitizer dapat meminimalisir efek samping baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Terapi ini menggunakan prinsip kerja irigasi dan iluminasi yang teraktivasi dalam waktu 60 detik, sehingga dapat menjadi pilihan terapi yang efisien untuk dokter gigi di masa pandemi ini yang membutuhkan perawatan dalam waktu singkat.

Hal tersebut juga diamini perwakilan Unair lainnya, Prof. Dr, Ernie Maduratna Setiawati.

Ia mengungkapkan, keunggulan terapi ini adalah mampu mengeliminasi bakteri yang spesifik dan tidak dapat dijangkau dengan alat konvensional.

Seperti yang diketahui, perawatan penyakit periodontal konvensional seperti scaling dan root planning memiliki kemungkinan terjadinya infeksi bakteri dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu setelah perawatan.

Departemen Periodonsia FKG Universitas Airlangga bekerja sama dengan Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI Institute) mengadakan webinar bertema
Departemen Periodonsia FKG Universitas Airlangga bekerja sama dengan Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI Institute) mengadakan webinar bertema "T erapi dentolaser sebagai inovasi pencegahan dan terapi sederhana untuk penyakit periodontal". (Istimewa)

Baca juga: Penting, Begini Cara Rawat Sikat Gigi agar Tak Jadi Sarang Bakteri

Baca juga: Mampu Saring Virus dan Bakteri, Air Purifier Bowin Tingkatkan Kualitas Udara Dalam Ruangan

Selain itu, penggunaan antibiotik amoxicillin yang memiliki cara kerja broad spectrum dan sering digunakan dalam dunia kedokteran gigi memiliki sensitivitas rendah pada bakteri penyebab penyakit periodontal.

"Sehingga terapi dentolaser dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi frekuensi pemberian antibiotik yang dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik pada pasien," jelas Ernie.

Terapi dentolaser juga bisa digunakan sebagai metode terapi kuretase untuk penyakit periodontal yang memiliki derajat moderate, di mana terapi tersebut kurang menguntungkan dalam sisi estetika gusi.

Webinar dihadiri oleh 31 peserta yang berprofesi dokter gigi wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Tengah.

Inovasi terapi penyakit periodontal selain efektifitas dalam fungsinya, pengerjaan yang dilakukan tidak memakan banyak waktu. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved