Breaking News:

Hindari 4 Kebiasaan Buruk Penyebab Gagal Ginjal, Antisipasi dengan BPJS Kesehatan

Antisipasi gagal ginjal dengan menghindari kebiasaan buruk berikut ini. Jangan lupa gunakan JKN-KIS saat berobat ke faskes.

Tibun Bali
Ilustrasi organ ginjal 

TRIBUNNEWS.COM – Ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi membuang sisa-sisa metabolisme atau senyawa-senyawa berlebih.

Dirangkum Tribunnews.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (23/11/2021), fungsi ginjal berkaitan erat dengan keseimbangan cairan dan nutrisi di dalam tubuh.

Sebab, tanpa keseimbangan cairan dan nutrisi, fungsi jaringan saraf, otot, serta berbagai jaringan lain yang ada di dalam tubuh dapat terganggu. Akibatnya, jaringan saraf, otot, dan lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik.

Untuk itu, kesehatan ginjal harus selalu dijaga. Lantas, apa saja gejala gagal ginjal yang dapat dideteksi sejak dini?

Melansir National Health Service (NHS), Selasa, tidak ada gejala spesifik yang menandakan kerusakan pada ginjal, terutama pada stadium awal penyakit.

Baca juga: Waspada, 14 Tanda Gejala Ini Menandakan Penyakit Ginjal: Urine Berbusa hingga Kulit Kering

Kerusakan yang terjadi pada ginjal hanya dapat dipastikan apabila Anda melakukan pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan urine, atau pemeriksaan darah.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, akan diperoleh hasil yang dapat mengindikasikan adanya kerusakan pada ginjal Anda.

Namun, pada stadium yang lebih berat, gagal ginjal dapat memunculkan gejala seperti mudah lelah, bengkak pada kaki atau pergelangan kaki, nafas memendek, dan adanya darah dalam urine.

Selain itu, gejala gagal ginjal stadium lanjut juga meliputi gatal-gatal pada kulit, kram otot, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil terutama pada malam hari.

Untuk menghindari gagal ginjal, Anda perlu menghindari kebiasaan buruk yang dapat memicu terjadinya gagal ginjal.

Sebab, jika terlanjur mengalami gagal ginjal, seseorang harus menjalani perawatan seumur hidup untuk mendukung kinerja ginjalnya, kecuali ia melakukan transplantasi ginjal.

Baca juga: Operasi Batu Ginjal Jadi Mudah karena JKN-KIS

Dirangkum Tribunnews.com dari National Kidney Foundation dan Mayo Clinic, Selasa, berikut empat kebiasaan buruk yang bisa dihindari agar terhindar dari gagal ginjal.

1.  Sering mengonsumsi alkohol dan atau merokok

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan atau merokok dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal hingga dua kali lipat.

Seorang perokok yang juga sering mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi hingga lima kali lipat untuk mengalami gagal ginjal.

2.  Mengonsumsi terlalu banyak garam

Garam memiliki banyak kandungan senyawa sodium yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan menyebabkan cairan tertahan di dalam tubuh.

Hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan secara langsung mempengaruhi fungsi ginjal. Sebab, ginjal merupakan organ yang dilewati banyak pembuluh darah dan proses kinerjanya pun melibatkan aliran darah.

Tekanan darah yang meningkat dan terjadi dalam waktu cukup lama dapat meningkatkan beban kerja dan menurunkan kinerja ginjal.

Baca juga: Jangan Berlebihan Komsumsi Suplemen Vitamin D, Bahaya untuk Ginjal

3.  Mengonsumsi terlalu banyak gula atau mengidap diabetes mellitus

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi organ, terutama ginjal.

Penyakit ini disebabkan karena kadar gula dalam darah tinggi dan tidak terkontrol, sehingga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Jika dibiarkan, kerusakan pembuluh darah juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hal ini disebut dengan nefropati diabetikum.

4.  Kurang minum air putih

Air merupakan komponen utama penyusun tubuh manusia. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen tubuh manusia terdiri dari air.

Menjaga agar tubuh mendapatkan cukup cairan merupakan cara terbaik untuk membantu fungsi ginjal. Orang-orang dengan aktivitas normal, rata-rata membutuhkan asupan cairan 1,5 liter hingga 2 liter air setiap hari agar ginjal tetap sehat.  

Namun, lain halnya dengan orang yang telah mengalami gagal ginjal. Mereka justru harus membatasi asupan cairan agar tidak terjadi penumpukan cairan berlebih dalam tubuh.

Selain menghindari empat kebiasaan tersebut, menjaga kesehatan ginjal juga dimulai dari kebiasaan dan gaya hidup sehat.

Apalagi, menurut penelitian fungsi ginjal pada seseorang mengalami penurunan setiap tahun. Namun, Anda selalu memiliki pilihan untuk membantu memperlambat penurunan fungsi ginjal.

Selain itu, jangan menyepelekan gejala-gejala gagal ginjal yang mungkin terjadi pada tubuh Anda. Jangan sampai terlambat menyadari bahwa Anda mengalami gangguan ginjal.

Baca juga: WHO: Belum Jelas Apakah Omicron Sebabkan Penyakit yang Lebih Parah

Apabila menemukan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, segera kunjungi fasilitas kesehatan (faskes) untuk memeriksakan diri.

Jangan lupa bawa kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau tunjukkan kartu JKN-KIS digital melalui aplikasi Mobile JKN saat mengunjungi faskes.

Dengan menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, biaya pengobatan saat terserang penyakit akan ditanggung, sehingga dapat meringankan beban ekonomi Anda dan keluarga.

Pastikan status kepesertaan tetap aktif, lancar membayar iuran, dan pahami prosedur pelayanan kesehatannya.

Jika Anda dan keluarga belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, segera daftarkan diri agar biaya pengobatan tidak membengkak. 

Cara mendaftar program JKN-KIS BPJS Kesehatan

Anda dapat mendaftar menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan melalui beberapa cara berikut.

1.  Pandawa

BPJS Kesehatan berinovasi dengan pelayanan administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).

Layanan Pandawa beroperasi setiap Senin-Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB dapat diakses melalui pesan WhatsApp ke nomor 08118750400 (CHIKA) atau menghubungi masing-masing nomor Pandawa Kantor Cabang.

2.  Aplikasi Mobile JKN

Anda dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di Play Store dan App Store.

Siapkan data berupa kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, Kartu Keluarga (KK), nomor rekening bank, fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dipilih, dan nomor handphone. Kemudian, lakukan proses pendaftaran.

Setelah proses pendaftaran berhasil, Anda dapat melakukan pembayaran iuran pertama dalam jangka waktu 14 hari sampai paling lambat 30 hari setelah pendaftaran melalui autodebet.

Selanjutnya, kartu JKN-KIS akan dikirimkan paling lambat enam hari setelah pembayaran pertama dilakukan.

3.  Mobile customer service (MCS)

Jika ingin mendaftar secara tatap muka, Anda dapat mengunjungi mobile customer service (MCS) BPJS Kesehatan pada hari dan waktu yang telah ditentukan.

Isi formulir daftar isian peserta (FDIP), lengkapi persyaratan dan data yang dibutuhkan, kemudian tunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan.

Setelah proses pendaftaran berhasil, Anda dapat melakukan pembayaran iuran pertama dalam jangka waktu 14 hari sampai paling lambat 30 hari setelah pendaftaran melalui autodebet.

Selanjutnya, kartu JKN-KIS akan dikirimkan paling lambat enam hari setelah pembayaran pertama dilakukan.

4.  Kantor BPJS Kesehatan terdekat

Anda dapat melakukan pendaftaran dengan mengunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Jangan lupa siapkan data berupa KTP elektronik, KK, nomor rekening bank, fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dipilih serta nomor handphone.

Setelah proses pendaftaran berhasil, Anda dapat melakukan pembayaran iuran pertama dalam jangka waktu 14 hari sampai paling lambat 30 hari setelah pendaftaran melalui autodebet.

Selanjutnya, kartu JKN-KIS akan dikirimkan paling lambat enam hari setelah pembayaran pertama dilakukan.

Admin: Sponsored Content
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved