Tiga Kunci Utama Tingkatkan Produksi ASI, Moms Harus Tahu

ASI bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh bayi agar lebih kuat, kemudian membantu perkembangan kecerdasan otak, hingga mengurangi risiko alergi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Shutterstock
Kapan ibu menyusui menggunakan susu pelancar ASI? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Air susu ibu (ASI) sangat penting untuk tumbuh kembang bayi.

ASI bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh bayi agar lebih kuat, kemudian membantu perkembangan kecerdasan otak, mengurangi risiko alergi, serta memperkuat hubungan ibu dan bayinya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan produksi ASI yang cukup.

Setidaknya ada tiga kunci utama untuk meningkatkan produksi ASI.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Laktasi dr Jeanne Roos Tikoalu dalam acara Mothercare 17th Anniversary & Modern Parent 2nd Anniversary, di Pullman Hotel Central Park Jakarta, Senin (1/8/2022).

Pertama, begitu bayi lahir dan siap untuk disusui, kunci utama untuk meningkatkan produksi ASI adalah rutin dikeluarkan. 

"Bagaimana rutin mengeluarkan, yaitu pertama disusui langsung. Usahakan paling tidak 30 menit per payudara mungkin saat payudara atau momen kedua digunakan," ungkapnya saat ditemui Tribunnews di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Kedua adalah dengan memompa ASI. Usahakan memompa ASI juga 30 menit. Karena memompa, tujuannya adalah merangsang payudara. 

Baca juga: Ibu Menyusui Perlu Perhatikan Takaran ASI Booster yang Aman

"Kalau ada isi dia keluar. Kalau menyusu pada ibu diamkan 30 menit. Karena bayi minum dari ibu, selanjutnya memberikan perangsangan. Ini membuat produksi ASI bertambah," papar dr Jeanne lagi. 

Ketiga, dibutuhkan posisi yang baik dan benar. Bopong bayi sedekat mungkin. Perut ibu bertemu dengan perut bayi. Lalu telinga satu garis dengan bahu.

Wajah bayi berada di depan payudara ibu. Dan hidung setinggi puting ibu. Posisi ibu saat duduk, usahakan kaki tidak menggantung. Tapi menjejak pada lantai. 

"Posisi ibu sebaiknya santai sehingga bisa melekat dengan baik. Saat bayi melekat pada ibu, area atas harus lebih terlihat. Mulut terbuka lebar, bibir terbutir keluar dan dagu menempel pada payudara," tutup dr Jeanne. 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved