Rabu, 15 April 2026

Muncul Lagi, Ketahui Penyebab Flu Singapura dan Alasan Lebih Mudah Serang Anak-anak

Biasanya, saat terinfeksi virus ini, akan muncul gejala di tangan, kaki dan mulut yaitu timbul bercak-bercak kemerahan pada tiga area tadi

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN MEDAN
Virus flu singapura yang dialami oleh anak-anak yang menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air. Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Flu Singapura Marak di Kota Medan, Pemko Medan Siagakan Petugas, https://medan.tribunnews.com/2019/07/11/flu-singapura-marak-di-kota-medan-pemko-medan-siagakan-petugas. Penulis: Nanda Rizka Nasution Editor: Royandi Hutasoit 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Flu Singapura beberapa waktu terakhir pernah ramai di media sosial.

Penyakit ini kerap menyerang pada anak-anak, juga dilaporkan pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Hal ini pun jadi pertanyaan bagi masyarakat. Apa itu flu Singapura dan apa yang menjadi penyebabnya penyakit ini banyak menginfeksi anak-anak.

Dokter Spesialis Anak, ST Andreas menyebutkan jika penyakit ini disebabkan oleh strain coxsackievirus. Yang paling sering ditemui adalah jenis coxsackievirus A16.

Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut enterovirus.

Biasanya, saat terinfeksi virus ini, akan muncul gejala di tangan, kaki dan mulut yaitu timbul bercak-bercak kemerahan pada tiga area tadi.

Baca juga: Mengenal Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, hingga Apakah Berbahaya bagi Anak?

"Virus biasanya ditemukan di sekitar kita. Bisa tinggal lama di daerah lingkungan yang menurut kita tidak mungkin. Ketika pancaroba, kekebalan tubuh turun, virus tersebut justru bisa masuk ke dalam tubuh,"ungkapnya pada kanal YouTube Kompas TV dikutip, Jumat (5/8/2022).

Virus Flu Singapura, biasanya hidup pada iklim tropis.

Ketika terjadi perubahan suasana iklim, dingin ke panas dan sebaliknya. Ditambah, kekebalan tubuh yang sedang turun.

Situasi ini lah yang menurut dr Andreas membuat anak-anak rentan karena terinfeksi karena  kekebalan tubuh anak tidak sama dengan orang dewasa.

Di sisi lain, Flu Singapura pada dasarnya merupakan jenis penyakit yang terhitung ringan.

Hanya saja memunculkan kekhawatiran bagi orangtua karena muncul ruam-ruam kemerahan.

Ruam kemerahan ini ternyata juga bisa muncul di dalam mulut.

Kalau timbul di dalam mulut, biasanya anak jadi tidak mau makan.

"Kalau tidak mau makan, kekebalan tubuh yang turun tidak maksimal. Jadi sakit makin panjang.

Komplikasi jarang terjadi. Tapi kalau ada penyakit bawaan atau antiimun, bisa berdampak lebih berat. Jika dibandingkan anak yang tidak punya dua kondisi di atas," tutup dr Andreas.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved