Vape Bisa Picu Kanker Paru-Paru, Begini Penjelasannya

Rokok elektrik ternyata bisa menyebabkan kanker paru-paru merujuk berdasarkan studi dari National Institute of Health

Editor: Erik S
YouTube
(Ilustrasi) Rokok elektrik ternyata bisa menyebabkan kanker paru-paru merujuk berdasarkan studi dari National Institute of Health 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Rokok diketahui menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker paru-paru.

Namun, nyatanya rokok elektronik diketahui turut punya andil picu kanker paru-paru. 

Baca juga: Kenali Terapi Sistemik Imunoterapi dalam Pengobatan Kanker Paru

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM. Sebelumnya perlu diketahui jika ada beberapa faktor risiko penyebab kanker paru-paru. 

Di antaranya asap rokok. Asap rokok bisa didapat dari perokok pasif atau aktif. Selain itu, penambang juga berisiko mengalami kanker paru-paru. Begitu pun dengan mereka yang bekerja di pabrik kapas. 

"Masuknya molekul atau benda asing memicu radang yang terjadi. Kalau terjadi terus-menerus bisa mengalami perubahan sifat," ungkapnya pada talkshow virtual, Selasa (30/8/2022). 

Di luar dugaan, rokok elektrik ternyata bisa menyebabkan kanker paru-paru. Dr Andhika mengatakan jika hal ini merujuk berdasarkan studi dari National Institute of Health, USA pada tahun 2019.

Baca juga: Daftar Makanan untuk Mencegah Kanker Serviks

Pada penelitian ini, ditemukan ada hubungan yang jelas antara vaping dan kanker paru. 

"Ternyata kanker paru-paru bisa disebabkan uap nikotin rokok elektronik yang cukup tinggi," kata dr Andhika.

Hasil penelitian menyebutkan jika terhadap tikus yang diberikan uap nikotin dari vape. Sebanyak 40 tikus yang terekspos selama 54 minggu, 22.5 persen terkena kanker paru.

Baca juga: 4 Bunga yang Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan: Bunga Matahari Bantu Cegah Kanker

Lalu sekitar 57.5% tampak pre-cancerous lesion dari kandung kemih, sementara 18 tikus yang juga diberi uap vape tapi tidak mengandung nikotin, tidak terkena kanker setelah 4 tahun diamati.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved