Enam Anak di Cianjur Meninggal Karena HIV, Begini Penularannya?

Dari 93 orang yang meninggal karena HIB/AIDS, enam orang di antaranya merupakan anak-anak. Lantas bagaimana penularan HIV pada anak-anak?

Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Peserta diskusi menyimak paparan dari pembicara pada diskusi panel Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) bertema 'Ruang Untuk ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS)' di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/9/2022). Diskusi yang diselenggarakan Jabar Quick Response (JQR) ini terkait permasalahan HIV AIDS di Jawa Barat yang saat ini menjadi topik utama dalam perbincangan media, di mana isu terkait jumlah penderita dan sebaran HIV AIDS di masyarakat yang menimbulkan pro dan kontra sehingga dibutuhkan informasi yang akurat dari pemangku kebijakan agar masyarakat teredukasi dengan baik. Adapun pembicara yang mengisi diskusi antara lain Aktivis HIV AIDS Aditia Taslim, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia Ayu Oktariani, Jabar Quick Response Yana Suryana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Ryan B. Ristandi, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr. H. Dodo Suhendar. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat angka kematian akibat HIV/AIDS selama 2021 hingga 2022 mencapai 93 orang.

Dari 93 orang yang meninggal karena HIB/AIDS, enam orang di antaranya merupakan anak-anak.

Lantas bagaimana penularan HIV pada anak-anak?

Baca juga: Selain Imunisasi dan Obat ARV, Anak dengan HIV Harus Dipantau Tumbuh dan Kembangnya

Menurut Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi dari PB IDI, Prof Zubairi Djoerban, penularan pada anak-anak bisanya lewat dari sang ibu.

"Jadi kalau anaknya itu masih kecil, penularan terjadi dari ibu ke bayi yang dikandung. Jadi bisa terkena karena ibu tidak meminum HIV Antiretroviral (ARV)," ungkap Prof Zubairi dikutip dari akun Instagram miliknya, Minggu (4/8/2022).

Pengobatan dengan ARV berfungsi mencegah HIV semakin berkembang biak dalam tubuh.

Selain itu melindungi dan memperkuat sistem imun. Sehingga, mereka yang terinfeksi HIV memiliki harapan hidup yang sama dengan orang sehat lainnya

Baca juga: Duh Gara-gara Perilaku Orang Tua, 12 Pelajar SD di Cianjur Terpapar HIV

Selain karena tidak minum obat ARV, bisa juga karena sebelumnya minum tapi putus obat.

Maka virus dalam tubuh si ibu meningkat pada waktu melahirkan. Sehingga terjadi penularan dari ibu ke bayi.

"Berarti kalau dari ibu ke bayi sudah ada obatnya? Ada, (dan bisa mencegah penularan) kalau diminum secara teratur," paparnya lagi.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Kadangkala karena tidak termotivasi. Atau, orangtua kurang menjelaskan pada anak sehingga terjadi putus obat.

"Jika putus obat, bisa terjadi kegawatan dan meninggal karena HIV," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved