Rokok Kretek Maupun Rokok Elektrik Sama-Sama Berisiko Picu Pneumonia

Orang yang terbiasa merokok tembakau berisiko mengalami pneumonia, risiko serupa juga bisa menimpa mereka yang biasa mengonsumsi rokok elektrik.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
Motor1
Kebiasaan merokok kretek maupun rokok elektrik berisiko terkenal pneumonia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orang yang terbiasa merokok tembakau berisiko mengalami pneumonia. Risiko serupa juga bisa menimpa mereka yang biasa mengonsumsi rokok elektrik.

"Banyak produk disebut aman tapi tidak aman. Contohnya rokok elektrik, jualannya sih bukan nikotin dan aman, ternyata sama juga sifatnya," ungkap dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Siloam, Dr. dr. Allen Widysanto, SpP, Pulmonologist pada acara talkshow di Karawaci, Tangerang, Senin (14/11/2022).

Menurut dr Allen, baik rokok konvensional dan rokok elektrik sama-sama merusak pertahanan dalam tubuh. 

Dia menjelaskan, rokok memiliki sifat membunuh sel yang berfungsi untuk memberantas penyakit yang masuk. 

Pada perokok, secara tidak sadar telah mematikan daya tahan alami pada tubuh. 

"Sehingga musuh masuk ya sudah tidak ada yang menerjang. Sehingga perokok menjadi kelompok dengan kondisi berisiko," tegasnya. 

Baca juga: Pneumonia Penyebab Kematian Pada Balita Hingga 15 Persen di Dunia

Situasi inilah yang membuat pneumonia rentan menyerang usia produktif.  "Terkena usia remaja sekarang di usia produktif yaitu 18-49 tahun. Dulu dipikir generasi itu kuat dan sehat, ternyata tidak demikian," papar dr Allen. 

Baca juga: Biaya Pengobatan Pneumonia Tinggi, Kemenkes Imbau Masyarakat Lakukan Pencegahan

Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk melakukan hal kecil menghindari terjadinya Pneumonia.

Segala upaya pencegahan, termasuk tidak merokok dapat membantu keluarga,lingkungan, bangsa dan negara. 
   

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved