Rabu, 6 Mei 2026

Anak Obesitas Berisiko Alami Mikropenis

Mikropenis bukan karena ukurannya yang tidak normal, melainkan organ genital tertutupi oleh timbunan lemak di paha dan perut. 

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Shutterstock
ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak obesitas berisiko alami mikropenis. Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis kesehatan anak nutrisi dan penyakit metabolik RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Novitria Dwinanda, Sp. A. Subsp. N. P. M.

Dr Novitra menjelaskan mikropenis bukan karena ukurannya yang tidak normal. 

Melainkan organ genital tertutupi oleh timbunan lemak di paha dan perut. 

Baca juga: Anak Obesitas Tidak Perlu Diet, Dokter Sarankan Orangtua Lakukan Ini

"Dia menjadi mikropenis bukan karena (penis) kecil. Tapi tenggelam dalam lemak. Perut dan paha gede, jadinya tenggelam (penis)," ungkapnya pada media briefing RS Pondok Indah di Jakarta, Selasa (8/8/2023). 

Apakah bisa menganggu proses reproduksi di kemudian hari ketika dewasa? 

Menurut dr Novitria, jika tidak ada gangguan hormon, maka proses reproduksi akan tetap normal. 

Selagi obesitas tidak sampai ke tahap menganggu hormon-hormon di dalam tubuh. 

"Tidak menganggu reproduksi, kalau hormon tidak terganggu," jelas dr Novitra. 

Obesitas sendiri bisa menganggu hormon-hormon di dalam tubuh.

Dan kalau hormon sudah terganggu, bisa ganggu proses reproduksi di kemudian hari. 

Namun jika tidak ada, maka mikropenis bisa diatasi dengan menurunkan berat badan menjadi normal. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved