Selasa, 12 Mei 2026

Ketahui iCare JKN, Permudah Pasien Akses Layanan Kesehatan 

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D memperkenalkan inovasi bernama i-Care JKN.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
Ist
Dirut BPJS Kesehatan Prof Ghufron Mukti. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- BPJS Kesehatan baru-baru ini memperkenalkan inovasi bernama i-Care JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D ungkap jika inovasi ini dapat mempermudah dalam mengakses layanan kesehatan. 

"iCare JKN itu semacam riwayat medis dalam genggaman tangan. Jadi di dalam handphone, bisa ada riwayat medis kalau Anda pakai iCare JKN," ungkapnya dalam acara Asia eHealth Information Network (AeHIN) di Kuningan Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Saat menggunakan iCare JKN, pengguna nantinya akan mendapatkan nama pengguna dan password. 

Tidak hanya pasien, user name dan password ini juga dimiliki oleh dokter. 

Dan dari aplikasi iCare JKN ini, pasien akan tahu sebelumnya pernah menjalani pengobatan di mana, riwayat penyakit dan sebagainya. 

"Ini sangat membantu tidak saja pasien, tetapi juga dokter," kata dr Ghufron. 

Pada kesempatan yang sama, dr Ghufron pun menjelaskan perihal acara Asia eHealth Information Network (AeHIN) yang digelar di Jakarta.

Acara ini adalah ajang membangun jejaring informasi untuk e-health di Asia. 

Namun, Ghufron menjelaskan jika peserta yang datang tidak hanya negara dari Asia saja. 

Tapi juga Amerika, Inggris dan dari berbagai negara lainnya. 

"Intinya mereka itu saling belajar bagaimana sistem IT yang sekarang itu dengan digital," kata dr Ghufron. 

Lebih lanjut, dr Ghufron menjelaskan jika ada tiga hal penting dari digital kesehatan.  

Pertama, mempercepat. Dengan adanya aplikasi dapat mempermudah dan mempercepat pasien dapatkan layanan kesehatan. 

"Jadi satu sistemnya itu enabler. memungkinkan tadi yang tidak mungkin jadi mungkin. Seperti dari antri dari rumah dulu tidak mungkin loh ya. Sekarang antri dari rumah," jelasnya. 

Kedua, akselerasi atau mempercepat. Misalnya, dahulu perlu antre dengan waktu yang lama.

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Bagikan Jurus Jitu Kendalikan Kasus Penyakit Kanker

"Rata-rata kalau di BPJS dapatkan pelayanan itu hanya sekitar 2,5 jam. Dulu 6 jam. Itu orang pagi-pagi antre, sekarang sudah hampir tidak ada," kata dr Ghufron.

Ketiga, sebagai driver atau pendorong. 

"Jadi dengan sistem ini, kita contoh umpamanya di pulau-pulau, kita kembangkan semacam telemedicine, tele-consultation, sekarang memungkinkan," tutupnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved