Kamis, 28 Mei 2026

Kepala BKKBN Ingatkan 1000 HPK Jadi Fase Terbaik Perkembangan Otak Anak

Orangtua harus tahu, untuk dukung tumbuh kembang otak anak, harus sudah diperhatikan sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Tayang:
Dokumentasi Humas BKKBN
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat membuka Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) Generasi Berencana (Genre) Indonesia tahun 2023 yang digelar BKKBN dari tanggal 29 Oktober - 1 November 2023 di Hotel MG Setos, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Orangtua harus tahu, untuk dukung tumbuh kembang otak anak, harus sudah diperhatikan sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Baca juga: KKP Tekankan Pentingnya Konsumsi Ikan Bagi Ibu Hamil Guna Cegah Stunting, Terutama Pada 1000 HPK

Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa 1000 HPK merupakan periode emas (golden age) anak, khususnya dalam perkembangan otak. 

Kenapa? Karena pada periode ini terjadi perkembangan yang sangat cepat sel-sel otak.

Selain itu pada periode ini juga terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks

"Sayang sekali banyak masyarakat yang belum tahu bahwa template manusia itu pada 1000 HPK. Ubun-ubun ditutup Tuhan pada 1000 HPK. Tulang sama tulang ketem, tidak ada celah lagi. Itu menunjukkan bahwa otak sudah tidak banyak bertambah," papar Hasto.

Baca juga: Pentingnya 1000 HPK Dalam Mencegah Stunting

Walau pun setelah periode ini, perkembangan otak masih ada, namun tidak terlalu signifikan. 

Selain itu, Hasto menjelaskan jik 1000 HPK dihitung sejak sel telur bertemu dengan sel sperma. 

"Seribu hari, sel sperma bertemu dengan sel telur, sampai lahir.  Kemudian lahir umur 23 bulan full term. Mungkin 24 bulan kurang 1 detik lah, itu prinsip seperti itu," kata Hasto lagi. 

Oleh karena itu, ia pun menghimbau dalam 1000 HPK, anak harus dirawat dengan baik. 

Diperhatikan kebutuhan  nutrisi hingga kesehatan anak. 

Selain itu, Hasto mengimbau orangtua juga melihat faktor sensitif seperti jamban dan lingkungan harus bagus dan sehat. 

"Meski makanan bagus, kalau buang air besar sembarangan dia sering diare. Kalau berat dan  panjang tidak baik, gak jadi sehingga akibatnya stunting. Otaknya pun jadi tidak berkembang secara otpimal. Itu makna dari 1000 HPK," tutupnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved