Selasa, 9 Juni 2026

Mengapa si Kecil Lambat Bicara dan Jalan? Dokter Ingatkan Tumbuh Kembang Anak Tidak Selalu Sama

Orangtua kerap membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Mengapa anakku lambat? Normalkah? Ini kta dokter spesialis.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Orangtua kerap membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Apakah anak saya telat bicara? Kok belum bisa jalan juga, ya?

Baca juga: Waspada Red Flag Pertumbuhan si Kecil, Ketahui Tahapan Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usia

Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Anak yang kini berpraktik di RS UNS Sukoharjo dan Balai Kesehatan Masyarakat Ambarawa dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A., menegaskan bahwa setiap anak memiliki ritme perkembangan yang unik. 

Bahkan anak kembar pun bisa menunjukkan perbedaan kemampuan dan minat sejak dini.

“Setiap anak itu punya kemampuan yang berbeda-beda. Kembar saja bisa beda, apalagi yang beda orang tua, beda lingkungan, beda nutrisi. Jadi wajar kalau perkembangannya tidak persis sama,” ungkapnya dalam MOMSPIRATION: Waspada Red Flag Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usianya di kanal YouTube Tribun Health, Jumat (6/6/2025).

Baca juga: Bijak Kelola Screen Time: Kunci Menunjang Tumbuh Kembang Anak

Namun, ia mengingatkan bahwa tetap ada tonggak tumbuh kembang atau milestone yang sebaiknya dicapai anak di rentang usia tertentu.

Menurutnya, ada beberapa milestone yang perlu diperhatikan antara lain:

Usia 1 tahun: Anak sudah bisa menyebut kata bermakna seperti “papa” atau “mama” secara spesifik, dan mulai belajar berjalan.

Usia 18 bulan: Sudah harus bisa berjalan mandiri.

Usia 2 tahun: Anak sudah bisa menyusun dua kata dan mulai bercerita, meskipun belum jelas.

“Kalau milestone ini tidak tercapai, masih ada toleransi sedikit. Tapi kalau sudah lewat batas waktu toleransi, orang tua harus waspada. Itu artinya alarm sudah bunyi,” tegas dr Aisyah

Lantas kapan orang tua harus ke dokter spesialis anak untuk memeriksakan tubuh kembang anak?

Menurut dr. Aisya, jika orang tua merasa ada keterlambatan, jangan menunggu terlalu lama. 

Deteksi dini akan sangat membantu dalam memberikan intervensi yang tepat.

“Misalnya, anak usia 1 tahun belum bisa ngoceh, atau belum ada kata ‘papa mama’ yang keluar, lebih baik langsung dibawa ke dokter. Jangan tunggu sampai usia 3 tahun,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved