Selasa, 6 Januari 2026

Dibalik Cerianya Sosok Doklip saat Bikin Konten Kesehatan, Ternyata Sang Dokter Sempat Depresi Berat

Di balik konten-kontennya yang kocak Doklip di TikTok dan Instagram @aliphildan, ternyata tersimpan cerita kelam. ia smepat depresi.

Penulis: Eko Sutriyanto
istimewa
CERIANYA DOKLIP - nama Doklip melekat di namanya, adalah singkatan dari Dokter Kelap Kelip. Ia adalah seorang dokter muda asal Indonesia yang viral berkat konten edukasi medisnya yang unik, lucu, dan sangat menghibur di media sosial.Di balik konten-kontennya yang kocak Doklip di TikTok dan Instagram @aliphildan, ternyata tersimpan cerita kelam yang sempat membuatnya berada di titik terendah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak semua orang yang penuh tawa benar-benar bahagia. Ada kalanya senyum dan canda hanyalah topeng untuk menutupi luka batin yang dalam. 

Begitu pula dengan kisah dr. Mohamad Hildan Erriansyah, atau yang lebih akrab disapa yang dikenal dengan nama “Doklip” di media sosial.

Baca juga: Cerita Talitha Curtis Depresi, Mengurung Diri di Kamar Selama Dua Minggu


Nama Doklip melekat di namanya, adalah singkatan dari Dokter Kelap Kelip. Ia adalah seorang dokter muda asal Indonesia yang viral berkat konten edukasi medisnya yang unik, lucu, dan sangat menghibur di media sosial.

Di balik konten-kontennya yang kocak Doklip di TikTok dan Instagram @aliphildan, ternyata tersimpan cerita kelam yang sempat membuat dokter berada di titik terendah karena depresi berat.

Awal Mula Luka yang Tersembunyi

Lahir di Tangerang pada 11 November 1999, Alip tumbuh sebagai sosok yang penuh semangat.

Sejak kecil, ia punya cita-cita menjadi dokter—sebuah mimpi yang juga merupakan harapan besar dari sang ayah. Namun, perjalanan hidup tidaklah selalu mudah.

Saat menjalani masa koas (kepaniteraan klinik), Alip mengalami banyak tekanan, apalagi setelah ditinggalkan oleh sang ayah yang sudah lama menaruh harapan besar padanya.

Kehilangan tersebut membuatnya merasa hampa, bahkan sempat tidak tahu arah tujuan.

Dalam fase sulit itulah, hadir seseorang yang memberikan perhatian khusus.

Seseorang yang selalu menyemangati, mengirim makanan, bahkan membantu kebutuhan kecil sehari-hari. Kehangatan itu membuat Alip merasakan cinta yang begitu tulus.

“Aku tuh merasa benar-benar ditemani. Di saat aku kehilangan ayah, dia hadir seperti pengganti semangat. Rasanya, aku jatuh cinta sedalam-dalamnya,” ungkap Alip.

Dari Obat Jadi Luka

Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama.

Perlahan, orang yang menjadi tempat sandaran hidupnya mulai menjauh.

Komunikasi yang dulu intens berubah dingin. Perhatian yang hangat perlahan sirna.

Hingga akhirnya, dengan jujur, sosok tersebut menyatakan bahwa ia hanya menganggap Alip sebagai teman dekat.

Sebuah kalimat yang bagi Alip terasa seperti jatuh dari ketinggian 30 meter.

“Ternyata, dia yang awalnya menyembuhkan, di akhir cerita ialah yang menjadikannya luka lebih dalam,” ucap Alip.

Kekecewaan itu menambah beban yang sudah ia pikul.

Rasa kehilangan ayah, ditambah hancurnya perasaan, membuat Alip masuk dalam fase depresi berat.

Penolakan Sejak Lama

Jika ditarik ke belakang, perjalanan asmara Alip memang tidak pernah mulus.

Ia bahkan menceritakan bahwa sejak SD hingga SMP, dirinya selalu ditolak saat menyatakan perasaan.

“Aku tuh engga pernah mendapatkan hubungan dua arah. Dari zaman SD kalau nembak orang selalu ditolak, SMP pun begitu. Parah ya hahaha,” kenangnya, berusaha menertawakan kisah pahit itu.

Namun, justru lewat pengalaman itu, Alip belajar untuk tetap kuat.

Meski di balik layar ia harus berkutat dengan luka batin, di depan banyak orang ia tetap berusaha menghibur.

Menyembuhkan Diri Lewat Karya

Meski sempat jatuh, Alip tidak membiarkan dirinya larut terlalu lama. Ia memilih menjadikan rasa sakitnya sebagai bahan bakar untuk berkarya.

Melalui konten-konten lucu dan penuh energi, ia tidak hanya menghibur orang lain, tetapi juga menyembuhkan dirinya sendiri.

Perjalanan Alip menjadi pengingat bahwa setiap orang punya cerita yang tidak terlihat.

Tawa bisa saja menyembunyikan tangis, dan canda bisa menutupi luka.

Namun pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu bangkit dan terus melangkah.

“Kalau aku bisa ketawa hari ini, bukan berarti aku nggak pernah nangis kemarin. Tapi aku percaya, setiap luka suatu hari akan menemukan obatnya sendiri,” pungkasnya.

Doklip menjadi nama panggungnya ini lantas terkenal karena menyampaikan edukasi kesehatan dengan gaya komedi yang menghibur, terutama melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

Ia menciptakan karakter dokter dengan pakaian nyentrik dan tingkah laku lucu, yang membuat informasi medis lebih mudah dicerna dan tidak membosankan bagi generasi muda2.

Sebelum sukses, Alip Hildan mengalami 16 kali kegagalan tes masuk kedokteran. Namun, ia tidak menyerah dan akhirnya berhasil masuk universitas impiannya.

Kisah perjuangannya menjadi inspirasi banyak orang, terutama karena ia mewujudkan impian sang ayah untuk melihatnya menjadi dokter.

Berkat kesuksesan sebagai konten kreator, ia berhasil memberangkatkan ibu, kakak, dan adiknya umrah, sebuah pencapaian yang ia anggap sebagai buah dari kerja keras dan dedikasi.

TikTok: @aliphildan – dengan lebih dari 325 ribu pengikut dan 18 juta likes
Instagram: @aliphildan – tempat ia berbagi konten edukatif dan keseharian

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved