Pakar Kesehatan Soal KLB Malaria di Sulteng: Pekerja Tambang Harus Diawasi Ketat
Selain gigitan nyamuk, malaria bisa juga ditularkan melalui ibu kepada bayi dalam kandungannya, jarum suntik, transfusi darah dan transplantasi organ.
Malaria adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia, dan banyak ditemukan di daerah tropis seperti di Indonesia.
Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina, yang beredar pada petang sampai pagi hari dan membuat seseorang yang digigitnya mengalami infeksi parasit plasmodium.
Parasit ini akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah.
Baca juga: 90 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua, Banyak Dialami Pekerja di Hutan dan Masyarakat Adat
Selain gigitan nyamuk, malaria bisa juga ditularkan melalui ibu kepada bayi dalam kandungannya, jarum suntik, transfusi darah dan transplantasi organ.
Gejala-gejala saat terinfeksi malaria muncul beberapa minggu setelah tergigit nyamuk dan terinfeksi parasit plasmodium berupa demam, menggigil (panas dingin), sakit kepala, berkeringat, lesu dan letih, mual dan sakit perut, muntah, diare, nyeri otot, hilang selera makan, napas cepat, dan detak jantung meningkat.
Penularan infeksi malaria bisa dicegah jika kita tahu apa itu malaria dan melakukan berbagai hal berikut ini dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat, menghindari gigitan nyamuk malaria, menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: SBY Pamit ke Presiden Jokowi untuk Hadiri Forum Aliansi Malaria Sedunia di New York
Jika malaria tidak diobati dan ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan anemia, kerusakan pada otak, kegagalan organ tubuh, gangguan pernapasan, kerusakan pada sistem saraf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anti-malaria-yow.jpg)