Ditanggung Sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, Pasien Aritmia Pulih Lewat Ablasi Jantung
Siti (52) menceritakan perjalanan sang buah hati jalani ablasi jantung untuk mengatasi aritmia. Biaya pengobatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
Menurutnya, peran kader dan tokoh masyarakat sangat penting untuk memastikan warga memahami prosedur layanan, sehingga tidak ada peserta yang kebingungan atau menunda pengobatan karena kekhawatiran terhadap biaya.
“Saya memang sudah tidak bertugas sebagai kader resmi, tetapi saya tetap membantu masyarakat. Sebagai kepala lingkungan, saya kerap didatangi warga yang ingin menanyakan alur pelayanan kesehatan atau cara menggunakan BPJS Kesehatan," ungkap Siti lagi.
"Semua saya jelaskan, mulai dari tahapan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga proses rujukan. Banyak warga yang beranggapan bahwa berobat itu mahal, padahal dengan BPJS Kesehatan mereka dapat memperoleh layanan dengan lebih tenang," kata Siti mengapresiasi pelayanan BPJS Kesehatan.
Siti menyampaikan bahwa keberadaan layanan digital BPJS Kesehatan sangat membantunya dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan.
Menurutnya, proses yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama kini menjadi jauh lebih cepat, praktis, dan efisien berkat sistem digitalisasi yang diterapkan. Siti juga berharap agar Program JKN terus dikembangkan dan semakin memudahkan masyarakat. (*)
Baca juga: Tak Mau Lagi Pasien Salah Alamat, BPJS Kesehatan Siap Jalankan Sistem Rujukan Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penerima-manfaat-BPJS-Kesehatan.jpg)