Banjir Bandang di Sumatera
Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan dari Pemerintah
Pemerintah memastikan tenaga kesehatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera juga mendapatkan bantuan hidup dan perbaikan rumah.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menyiapkan bantuan untuk tenaga kesehatan yang turut terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
- Tenaga Kesehatan ini akan mendapatkan bantuan hidup dan perbaikan rumah.
- Bantuan yang diberikan berupa rumah yang rusak ringan akan mendapat bantuan 15 juta, rusak sedang 30 juta, jika rusak berat akan dibangunkan kembali.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan tenaga kesehatan yang turut terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera juga mendapatkan bantuan hidup dan perbaikan rumah.
Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bantuan tersebut akan masuk dalam anggaran pusat pemerintah.
Baca juga: Untar Kirim 2 Batch Tenaga Kesehatan ke Wilayah Terdampak Banjir Sumatera
Ia menyebut, banyak kepala puskesmas yang tetap bekerja meski rumah mereka juga turut hancur disapu bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025.
“Rumah-rumah dari tenaga kesehatan, itu penting. Kepala-kepala puskesmas masih kerja, padahal rumahnya rusak. Kami data dulu sebagai penerima bantuan,” kata saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).
Pendataan dilakukan oleh kepala dinas kesehatan masing-masing daerah dengan mengumpulkan nama-nama tenaga kesehatan yang terdampak, melampirkan foto kondisi rumah dan titik lokasi rumah via google map.
Baca juga: Ancaman Penyakit Pascabanjir Mengintai, DPR Minta Kemenkes Segera Kirim Nakes Tangani Korban Bencana
“Data-data ini nanti diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk ditindaklanjuti,” ungkap mantan dirut Bank Mandiri ini.
Ia menerangkan, bantuan yang diberikan berupa rumah yang rusak ringan akan mendapat bantuan 15 juta, rusak sedang 30 juta, jika rusak berat akan dibangunkan kembali.
Selain bantuan rumah, tenaga kesehatan terdampak akan mendapat uang bantuan hidup dengan nominal 3 - 5 juta.
Di tempat berbeda, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Presiden memberikan perhatian besar terhadap percepatan pemulihan pasca bencana.
Tito menekankan, penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan tanpa data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh Pemda segera menetapkan data kerusakan rumah berdasarkan kategori rusak ringan, sedang, dan berat melalui keputusan kepala daerah.
Data tersebut kemudian disampaikan kepada gubernur dan diteruskan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti.
Adapun data terbaru korban jiwa bencana banjir dan tanah longsor Sumatera disampaikan BNPB adalah hingga Selasa (6/1) tercatat korban jiwa yang hilang mencapai 1.178 orang dan 242.174 orang menjadi pengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tenaga-kesehatan-565252.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.