Senin, 25 Mei 2026

Tren Kasus Campak Naik, Waspada Risiko Komplikasi pada Anak

Hingga minggu ketujuh 2026, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
SURYA/SURYA/PUR
Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO 

Kasus dengan komplikasi berat memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan, terutama pada bayi, anak dengan gizi buruk, atau dengan daya tahan tubuh rendah.

"Upaya pencegahan paling efektif dilakukan melalui imunisasi. Vaksin campak diberikan sejak usia 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia 15–18 bulan dan 5–7 tahun," katanya dokter yang praktek di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan anak sejak dini apabila muncul gejala mencurigakan.

"Dengan kombinasi kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, dan dukungan layanan medis, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan anak tetap terjaga," katanya.

(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved