Kamis, 9 April 2026

5 Makanan ‘Diam-diam’ Merusak Usus, Nomor 2 Paling Sering Dikonsumsi Sehari-hari

Di dalam usus, terdapat triliunan mikroorganisme yang bekerja menjaga keseimbangan tubuh. Ada jenis makanan bisa merusak keseimbangan tersebut.

Shutterstock
MAKANAN MANIS - Ilustrasi takut untuk makan makanan manis. Menikmati makanan manis sesekali tidak langsung menggagalkan diet yang sudah dilakukan. 
Ringkasan Berita:
  • Tidak hanya untuk pencernaan, usus juga berpengaruh pada daya tahan tubuh hingga kesehatan secara keseluruhan
  • Dengan memahami apa yang dikonsumsi, masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan usus tanpa harus merasa khawatir berlebihan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesehatan usus sering kali luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting bagi tubuh.

Tidak hanya untuk pencernaan, usus juga berpengaruh pada daya tahan tubuh hingga kesehatan secara keseluruhan.

Di dalam usus, terdapat triliunan mikroorganisme yang bekerja menjaga keseimbangan tubuh. 

Namun, tanpa disadari, ini lima jenis makan sehari-hari justru bisa merusak keseimbangan tersebut.

1. Daging Merah dan Olahan, Perlu Dibatasi

Daging merah seperti sapi, domba, dan babi memang menjadi sumber protein yang umum dikonsumsi. 

Namun, konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan usus.

Baca juga: Dubes Boroujerdi Ungkap Kondisi Kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Mikroba di usus dapat mengubah kandungan tertentu dalam daging merah menjadi senyawa yang berpotensi berbahaya bagi tubuh. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Selain itu, produk olahan seperti sosis, bacon, dan pepperoni juga dapat memicu peradangan serta meningkatkan risiko kanker kolorektal.

2. Makanan Ultra-Olahan, Musuh Tersembunyi

Makanan ultra-olahan menjadi bagian dari gaya hidup modern karena praktis dan mudah didapat. Contohnya seperti minuman ringan, makanan cepat saji, hingga camilan manis.

Namun, di balik kepraktisannya, makanan ini memiliki dampak pada keseimbangan mikrobioma usus.

“Makanan ultra-olahan dapat mengurangi jumlah dan keanekaragaman mikroba usus yang ‘baik’,"tulis ahli nutrisi Cynthia Sass yang dipublikasikan di Health, dikutip Senin (6/4/2026). 

Kondisi ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas hingga gangguan kognitif.

3. Alkohol, Mengganggu Keseimbangan Usus

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kesehatan usus. Alkohol diketahui dapat mengurangi jumlah mikroba baik dan meningkatkan mikroba berbahaya.

Selain itu, alkohol juga dapat membuat usus menjadi lebih “bocor”, sehingga zat berbahaya lebih mudah masuk ke dalam aliran darah.

4. Pemanis Buatan, Tidak Selalu Aman

Produk rendah gula atau tanpa gula sering dianggap lebih sehat. Namun, pemanis buatan ternyata juga bisa berdampak pada usus.

Penggunaannya dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma, meningkatkan peradangan, dan memengaruhi metabolisme tubuh.

5. Produk Susu pada Kondisi Tertentu

Tidak semua orang dapat mencerna produk susu dengan baik. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki intoleransi laktosa atau kondisi tertentu, konsumsi susu dapat memicu gangguan pencernaan.

Gejala yang muncul bisa berupa kembung, diare, hingga sakit perut.

Lalu, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Untuk menjaga kesehatan usus, penting memilih makanan yang mendukung pertumbuhan mikroba baik.

“Makanan yang kaya akan probiotik dan prebiotik membantu mendukung mikroba bermanfaat,"lanjutnya. 

Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain makanan fermentasi seperti tempe dan kimchi, serta makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian.

Selain itu, makanan yang mengandung polifenol seperti apel, teh, dan kakao juga dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Penting untuk diingat, tidak semua makanan di atas harus dihindari sepenuhnya. Kunci utamanya adalah keseimbangan dan kesadaran dalam memilih asupan sehari-hari.

Dengan memahami apa yang dikonsumsi, masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan usus tanpa harus merasa khawatir berlebihan.

Pendekatan sederhana seperti mengurangi makanan ultra-olahan dan memperbanyak asupan alami bisa menjadi langkah awal yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved