Selasa, 9 Juni 2026

6 Tanda Kurang Tidur yang Diam-Diam Merusak Kinerja Otak

Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
KESEHATAN - Ilustrasi tidur diunduh dari situs bebas royalti Pexels. Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana. 

Ringkasan Berita:
  • Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana.
  • Tidur berperan penting dalam memori, pengaturan emosi, dan proses pembersihan limbah di otak.
  • Orang dewasa disarankan tidur minimal tujuh jam per malam untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh secara optimal.

 

TRIBUNNEWS.COM - Anda mungkin pernah membaca ulang email berkali-kali, lupa melakukan tugas sederhana seperti memindahkan cucian ke pengering, atau merasa sangat sulit mengambil keputusan sehari-hari seperti menentukan menu makan malam.

Banyak orang pernah mengalami setidaknya salah satu situasi tersebut, dan semuanya bisa berasal dari penyebab yang sama: kurang tidur.

Perubahan kemampuan kognitif sering kali menjadi tanda pertama kurang tidur, tetapi gejalanya mudah dianggap sebagai kesalahan biasa.

Mengutip Health.com, berikut enam tanda umum yang perlu diperhatikan, beserta penjelasan para ahli mengenai pentingnya tidur yang cukup.

1. Sulit Berkonsentrasi Saat Membaca atau Menonton

Menurut para ahli, kesulitan fokus dan berkonsentrasi merupakan salah satu tanda paling umum dari kurang tidur. Bahkan orang yang gemar membaca mungkin harus mengulang satu halaman beberapa kali ketika mengalami kekurangan tidur.

Lobus frontal otak, yang berperan penting dalam memori kerja, membutuhkan tidur agar dapat berfungsi dengan baik. Saat kurang tidur, aktivitas di bagian otak ini menurun.

Akibatnya, otak kesulitan menyimpan informasi yang dibaca atau dilihat ke dalam memori jangka pendek.

2. Suasana Hati Menjadi Lebih Buruk

Kurang tidur dapat secara langsung memengaruhi kemampuan mengatur emosi. Akibatnya, tidur yang tidak cukup selama beberapa malam berturut-turut dapat membuat seseorang merasa sedih, mudah marah, cemas, atau lebih reaktif terhadap berbagai situasi.

Menurut para ahli, otak menjadi kurang mampu mengelola stres dan memproses emosi secara efektif. Perubahan ini bahkan dapat muncul setelah hanya beberapa malam tidur yang buruk dan akan semakin terasa jika kekurangan tidur berlangsung lama.

Baca juga: Kurang Tidur dan Alzheimer: Siklus Berbahaya yang Jarang Disadari

3. Lebih Sering Melakukan Kesalahan Sederhana

Penurunan perhatian merupakan salah satu dampak yang paling cepat muncul akibat kurang tidur.

Terkadang, hilangnya fokus hanya menyebabkan kesalahan kecil seperti salah ketik dalam email. Namun dalam situasi tertentu, hal ini bisa berbahaya, terutama saat mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved