6 Tanda Kurang Tidur yang Diam-Diam Merusak Kinerja Otak
Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana.
Menurut ahli saraf Eric Anderson, hanya beberapa detik kehilangan fokus sudah cukup untuk membuat seseorang melewatkan pintu keluar jalan tol atau melakukan kesalahan di tempat kerja.
4. Menjadi Lebih Pelupa
Jika Anda sering salah menaruh kunci atau lupa jadwal pertemuan, kurang tidur bisa menjadi penyebabnya.
Tidur berperan penting dalam proses konsolidasi memori, yaitu proses penyimpanan dan pengorganisasian informasi di dalam otak. Ketika waktu tidur terbatas, otak akan lebih sulit menyimpan dan mengingat kembali informasi.
5. Sulit Membuat Keputusan Sederhana
Memilih restoran untuk memesan makanan mungkin bukan keputusan besar. Namun ketika tubuh kurang istirahat, keputusan sederhana seperti itu bisa terasa sangat sulit.
Hal ini terjadi karena lobus frontal yang bertanggung jawab atas perencanaan dan penilaian tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, tugas sepele seperti memilih tempat makan dapat terasa seperti pekerjaan berat.
6. Sulit Menemukan Kata atau Mengikuti Percakapan
Kurang tidur juga dapat membuat seseorang kesulitan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, tiba-tiba lupa nama seseorang atau kehilangan fokus saat lawan bicara sedang berbicara.
Menurut Anderson, kesulitan menemukan kata yang tepat sering kali membuat orang khawatir. Bahkan ada pasien yang mengira dirinya mengalami penyakit saraf serius, padahal masalah utamanya hanyalah kurang tidur selama berbulan-bulan.
Mengapa Tidur Sangat Penting untuk Fungsi Otak?
Banyak orang menganggap otak "beristirahat total" saat tidur. Namun kenyataannya, otak tetap sangat aktif.
Saat tidur, otak melakukan berbagai tugas penting seperti memperkuat memori, menjaga perhatian, mengatur emosi, dan memproses informasi. Selain itu, sistem glymphatic—mekanisme pembersihan alami otak—bekerja paling aktif saat tidur untuk membuang limbah metabolisme, termasuk protein amyloid beta dan tau yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Sebagian besar orang akan merasakan dampak hanya setelah satu malam tidur yang buruk. Namun efek tersebut biasanya hilang setelah pola tidur kembali normal.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kekurangan tidur kronis.
Menurut Anderson, orang yang terus-menerus tidur hanya lima atau enam jam selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun berisiko mengalami dampak yang lebih serius dan sulit disadari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-tidur-diunduh-dari-situs-beb.jpg)