Breaking News:

Cerita Kang Tris, Sarjana Psikologi Penggagas Desa Menari: Bali Ndeso, Mbangun Ndeso

Sarjana pertama di Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ini benar-benar mengamalkan Bali ndeso mbangun ndeso.

Penulis: Imam Saputro
Dokumentasi warga desa Tanon
Trisno (tengah) saat memandu jalannya Outbond Ndeso 

Ia merombak cakupan pemberdayaannya yang semula di dua kecamatan diperkecil di dusun Tanon yang berpenduduk sekitar 42 Kepala Keluarga saja.

“ Saya berpikirnya seperti bunga, jika bunga yang baik itu tumbuh dan harum, meski hanya kecil dan satu saja, maka bisa dilirik oleh yang lain, Dusun Tanon ini yang saya jadikan bunga untuk  dikembangkan,” ujarnya.

Lalu ia melakukan pengembangan masyarakat lagi dengan  pendekatan wisata.

Desa Wisata yang Tak Punya Apa-apa

Trisno lalu mengenalkan konsep desa wisata dengan andalan outbond ndeso, kegiatan mancakrida di dusun Tanon dengan berbagai kegiatan yang melibatkan penduduk Dusun Tanon itu sendiri.

Pengalamannya menjadi trainer sewaktu kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta dimanfaatkan oleh Trisno untuk menggencarkan paket outbond ndeso di tahun 2009.

Beberapa sekolah di Solo dan Semarang yang sering ia bimbing dalam kegiatan alam bebas, diboyong untuk berkegiatan di desa Tanon.

“ Kami konsepnya adalah outbond di alam terbuka Dusun Tanon yang melibatkan orang desa sini,” kata dia.

Peserta juga diikutkan program Sinau Urip nDeso, yakni menginap di rumah-rumah penduduk Dusun Tanon selama beberapa hari dengan mengikuti kehidupan ala desa.

Dari sisi pemberdayaan, dengan outbond ndeso, Kang Tris perlahan-lahan menyisipkan misinya untuk memajukan desa.

Dokumentasi Outbond ndeso yang melibatkan warga dusun
Dokumentasi Outbond ndeso yang melibatkan warga dusun (Dokumentasi warga Dusun Tanon)
Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved