Ubud Ditetapkan Sebagai Destinasi Gastonomi Berstandar Dunia

Indonesia menambah daftar kekayaan destinasi pariwisatanya. Kali ini, Ubud, Bali, dijadikan Destinasi Gastronomi sesuai standar UNWTO. Penetapan Ubud

Ubud Ditetapkan Sebagai Destinasi Gastonomi Berstandar Dunia
Kemenpar
Penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (11/6). 

Indonesia menambah daftar kekayaan destinasi pariwisatanya. Kali ini, Ubud, Bali, dijadikan Destinasi Gastronomi sesuai standar UNWTO. Penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (11/6).

"Jika ingin bersaing di global maka harus menggunakan standar gobal. Menjadi yang terbaik akan menaikan level 3C. Ini sama seperti saat kita meraih penghargaan dunia, yaitu Credibility, Confidence, and Calibrate. Begitu pun program destinasi gastronomi berstandard UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Senin (11/6).

Menurut Menpar Arief, kuliner Indonesia sangat memungkinkan menjadi pemain global. Apalagi tren wisatawan saat ini adalah mencari pengalaman otentik. Namun, kuliner harus bisa memberikan konteks cerita yang berkualitas.

Di sisi lainnya, keuntungan mempromosikan wisata kuliner atau gastronomi adalah rasa makanan tidak bisa dipresentasikan melalui visual. Itu sebabnya para wisatawan harus datang ke destinasinya untuk menikmati makanan lokal.

Pria Berdarah Banyuwangi itu juga menyebut, sektor kuliner dalam industri pariwisata menyumbang sekitar 30%-40% pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69%.

"Dan ingat, kuliner merupakan diplomasi sosial yang paling halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global. Sebagai contoh Amerika dengan distribusi film Hollywood dan gaya hidup masakan cepat saji dan Korea dengan drama K-Pop dan kulinernya. Tak saja mereka mampu mempopulerkan sosial budayanya, namun juga memberikan dampak branding positif bagi pariwisatanya," papar Menpar Arief Yahya.

Bagi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemepar Vita Datau, Kick Off menjadi sebuah kemajuan penting. Karena saat ini, program yang dikerjakan oleh Kemenpar dan UNWTO ini memasuki tahapan penting yaitu kunjungan tim yang ditunjuk oleh UNWTO untuk melakukan pendalaman dan penilaian atas Ubud.

"Proses di lapangan akan berlangsung 8 hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sedangkan questionares akan dilakukan online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi," papar Vita.

Dengan proses ini, berarti Ubud selangkah lagi menjadi destinasi gastronomi sesuai standar UNWTO. Setelah itu UNWTO akan mengeluarkan rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders. Setelah itu kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019.

Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototype UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved