Kayu Akway dan USB, Karya Generasi Milenial Ujung Timur Nusantara

Berada nun jauh di timur Indonesia, semangat enterpreneur sudah merasuk dalam diri mahasiswa mahasiswi Polbangtan Manokwari. Buktinya ada dua produk a

Kayu Akway dan USB, Karya Generasi Milenial Ujung Timur Nusantara
Kementerian Pertanian
Kayu Akway ini bermanfaat untuk stamina pria dan menjaga daya tahan. Diolah menjadi sebuah minuman segar yang dikonsumsi langsung. 

Berada nun jauh di timur Indonesia, semangat enterpreneur sudah merasuk dalam diri mahasiswa mahasiswi Polbangtan Manokwari. Buktinya ada dua produk andalan dari PWMP Polbangtan Manokwari yaitu Isotonik Akway dan Ayam Siap Saji Utami Super Broiler.

Memanfaatkan bahan alam dan kreativitas mahasiswa adalah kunci dari berjalannya usaha PWMP dari Polbangtan Manokwari. Salah satunya dengan memanfaatkan kayu Akway yang memang hanya tumbuh di bumi Papua.

“Kayu Akway ini bermanfaat untuk stamina pria dan menjaga daya tahan. Kita mengolahnya menjadi sebuah minuman segar yang dikonsumsi langsung. Kelompok inovator Isotonik Akway ini adalah Papua Sehat,“ kata pendamping dari Polbangtan Manokwari, Farid Maulana.

Secara sekilas bagi orang awam kulit kayu akway memang mirip dengan kulit kayu manis atau bahkan kayu secang, namun memiliki diameter yang lebih besar. Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

Afrodisiak merupakan zat yang dapat digunakan untuk merangsang daya seksual serta meningkatkan hormon testosteron pada pria. Afrodisiak berasal dari bahasa Yunani Aphrodite yang berarti Dewi Cinta. Beberapa tanaman obat yang tumbuh di Indonesia ada yang disebut sebagai Afrodisiak yaitu Tongkat Ali dan Purwoceng.

Secara tradisional dan penelitian, kulit kayunya memang dipakai sebagai obat kuat. Hanya saja, masyarakat Papua tak jarang memanfaatkan tanaman akway untuk penyembuhan sakit pada persendian dan obat kudis. Sementara itu untuk wanita, tanaman ini bermanfaat untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi rasa sakit saat haid.

Isotonik hasil karya Papua Sehat ini dikemas dalam bentuk botol 350 ml, dan memiliki rasa yang unik karena ada rasa pedas sedikit. Bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi dalam keadaan kurang fit, bisa langsung terasa segar.

Farid menuturkan, permintaan Isotonik Akway ini sudah banyak hingga ke Medan. “Setiap kita ikut pameran, ini memang best sellernya. Sehingga memang sudah banyak yang tahu dan langsung diborong,” tuturnya.

Utami Super Broiler

Selain itu, Polbangtan Manokwari ada ayam siap saji yang merupakan pengembangan usaha dari Utami Super Broiler  (USB) yang menjadi bagian PWMP Polbangtan Manokwari. Pengembangan usaha ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada usaha yang dilakukan mahasiswa.

“Mereka mulai usaha Oktober 2015 dengan bantuan modal Rp 15 juta dari Kementan dan mendapatkan investor untuk mengembangkan usahanya. Sekarang mereka punya aset sampai Rp 1,5 Milyar,” ungkap Farid.

Mengenai pasar ayam siap saji, baru merambah sekitaran Manokwari dan online paling jauh ke Sulawesi. Sedangkan pasar ayam hidup ke Papua Barat meliputi Manokwari, Pulau Bintuni dan Manokwari Selatan.

Satu kotak ayam siap saji terdiri dari 1 ekor ayam broiler yang dilabeli harga Rp 70 ribu, sedangkan ayam hidupnya dihargai Rp 35 ribu per ekornya. “Masih sangat menghasilkan karena tak hanya ayam hidup saja, kita juga menggarap pasar olahan yang bisa lebih luas,” tuturnya.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved