Gandeng Kemenpar, Poltekpar Medan Lakukan Uji Kompetensi

Peningkatan kualitas SDM terus dilakukan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Poltekpar Medan melakukan

Gandeng Kemenpar, Poltekpar Medan Lakukan Uji Kompetensi
Kementerian Pariwisata
Menpar Arief Yahya. 

Peningkatan kualitas SDM terus dilakukan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Poltekpar Medan melakukan Uji Kompetensi Sektor Pendidikan Bidang Hotel, Restoran dan Kepemanduan. Uji kompetensi diikuti mahasiswa semester 3 dan 5.

Uji kompetensi berlangsung 15-17 Agustus 2019. Lokasinya di Tempat Uji Kompetensi Politeknik Pariwisata Medan. Kegiatan ini dibuka Wakil Direktur II Poltekpar Medan Mustafa Kamal.

“UJK ini merupakan rangkaian uji sertifikasi yang telah terintegrasi dengan kurikulum tahun 2014 dan review kurikulum berbasis kompetensi tahun 2017 Poltekpar Medan tahun akademik 2018/2019. Sertifikasi ini juga merupakan rangkaian kegiatan yang terus berlanjut untuk menciptakan sdm yang tersertifikasi,” tutur Hamdani, Ketua LSP P1 Poltekpar Medan.

Menurutnya, peserta dalam UJK adalah 383 asesi yang diases oleh 48 asesor. Para asesor sendiri tidak sembarangan. Karena, sudah mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Para asesi mendapatkan sertifikasi kompetensi yang telah disesuaikan dengan skema kualifikasi ASEAN, KKNI, AQRF dan ACC-STP.

Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip mengatakan, sertifikasi merupakan salah satu realisasi dari tugas perguruan tinggi yaitu certification.

“Kita harus memastikan bahwa hasil sumber daya manusia dari Poltekpar Medan telah memiliki sertifikasi. Selain bisa dijadikan modal untuk melamar pekerjaan nantinya, sertifikasi ini merupakan wadah mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka setelah melalui proses pembelajaran di kampus," kata Anwari Masatip.

Dijelaskannya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia pariwisata yang tersertifikasi. Khususnya, di Wilayah Sumatera Utara. Sebab, Sumatera Utara memiliki Danau Toba, salah satu destinasi super prioritas.

Sebelum mengikuti uji kompetensi, mahasiswa telah dibekali dengan teori pembelajaran. Anwari Masatip menambahkan, saat ini pola uji kompetensi telah disesuaikan dengan kurikulum pembelajaran mahasiswa.

“LSP P1 Poltekpar Medan memiliki sasaran output 668 sertifikat skema kualifikasi ASEAN dan menggunakan kluster persiapan, kluster operasional dan klaster pengawasan pada uji kompetensi ini. Ini merupakan uji kompetensi pskk tambahan dari Kementerian Pariwisata dimana jumlah kuota awal 1329 asesi di tambah 668 asesi sehingga sampai saat ini menjadi 1997 asesi,” katanya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kompetensi harus dipelihara dalam dunia kerja.

“Tetapi, bukan hanya pernah kompeten, tetapi harus kompeten dan terus kompeten. Sehingga, SDM yang dihasilkan professional. Sertifikasi merupakan tugas utama yang harus dilaksanakan oleh PTNP serta didukung oleh Kementerian Pariwisata,” sahut Ni Wayan Giri.

Menurutnya, SDM yang dihasilkan harus dipastikan berkompetensi. Karena, telah mendapatkan pendidikan dan sertifikasi di kampus. Kompetensi ini dapat diperoleh dari pembelajaran formal, non formal, pelatihan kerja ataupun pengalaman kerja.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga mengingatkan pentingnya kualitas SDM.

“People are the real differentiator. Yang membedakan kita dengan bangsa lain adalah SDM manusia kita. Sebagai penghasil SDM Pariwisata kita harus tetap berkomitmen untuk menciptakan kurikulum dan sertifikasi pendidikan yang mumpuni,” tutur mantan Dirut PT Telkom itu.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved