Kejar Ketahanan Pangan Nasional, Ditjen SDA Selesaikan Satu Juta Hektar Lahan Irigasi Baru

Siapa yang tak kenal Jogja. Salah satu destinasi terbaik itu selalu mampu menampilkan atraksi yang memukau. Seperti halnya Jogja Air Show (JAS) yang s

Kejar Ketahanan Pangan Nasional, Ditjen SDA Selesaikan Satu Juta Hektar Lahan Irigasi Baru
Kementerian PUPR
Mochammad Mazid, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA, Kementerian PUPR. 

Di akhir periode pertama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Pemerintah terus menggenjot pembangunan sarana dan prasarana untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang tertuang dalam Nawacita. Dalam rangka meningkatkan produktivitas petani, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun ini memenuhi target pembangunan satu juta hektar dan rehabilitasi tiga juta hektar lahan irigasi.

“Dalam kurun waktu lima tahun, kita berhasil menyelesaikan 1.004.800 hektar pembangunan lahan irigasi baru. Untuk rehabilitasi, kita bisa capai sekitar 3.020.824 hektar. Untuk mencapai itu butuh upaya yang terus menerus, karena pada dasarnya kita membangun harus terpenuhi dari readiness lahan, dana, dan kesiapan masyarakat,” ujar Mochammad Mazid, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA, Kementerian PUPR.

Ini melengkapi 7,1 juta hektar lahan irigasi (permukaan dan dataran rendah) yang saat ini dimiliki Indonesia. Pembenahan lahan irigasi ini pun selaras dengan pembangunan 65 bendungan baru yang ditargetkan selesai di tahun 2023. Selain memiliki manfaat pengendalian banjir dan suplai air baku, bendungan-bendungan baru ini akan memiliki fungsi irigasi pada 465 ribu hektar sawah, atau sekitar 20% dari total lahan irigasi.

Dengan 250 juta populasi penduduk, dan diperkirakan terus meningkat – Kementerian PUPR saat ini fokus menyusun road map untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu indikatornya adalah petani tetap mendapat pasokan air yang cukup saat kemarau, sehingga hasil panen setahun berlipat ganda dan memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.

“Kalau seandainya indeks pertanaman tetap, produksi meningkat, harus kita kalkulasi berapa hektar yang harus dibangun dan direhabilitasi. Lebih lanjut, untuk memberdayakan petani kita sedang mensosialisasikan modernisasi irigasi, yang mencakup lima pilar: Keandalan Suplai Air; Keandalan Jaringan/Infrastruktur Irigasi; Manajemen Air; Kelembagaan Petani; Peningkatan Kualitas SDM,” tegas Mochammad Mazid.

Selain lahan irigasi, Indonesia masih memiliki potensi lebih dari 30 juta hektar rawa yang dapat menjadi sumber air bagi bagi kelangsungan produksi pangan tanah air. Pemanfaatan rawa yang baik juga penting untuk mengurangi potensi banjir di musim penghujan.

“Potensi rawa di Indonesia 33 juta hektar. Yang sudah terbangun dan dimanfaatkan saat ini baru 1,8 juta hektar. Ada rawa lebak yang berfungsi menampung air hujan; sementara rawa pasang surut tugasnya menampung dari sungai atau sumber lain,” ujar Muhammad Asdin Thalib, Kasubdit OP Irigasi Rawa Kepala Sub Direktorat Rawa, Ditjen SDA, Kementerian PUPR.

Sejalan dengan itu, pada tanggal 1-7 September 2019 Indonesia akan menjadi tuan rumah the 3rd World Irrigation Forum (WIF) & 70th International Executive Council Meeting (IECM), yang akan digelar di Nusa Dua Bali.

Acara ini akan melibatkan sedikitnya 500 pelaku irigasi dan drainase dari berbagai negara. Forum ini diharapkan dapat dimanfaatkan Indonesia untuk berbagi ilmu dan teknologi dalam mengatasi kendala dalam industri pertanian tanah air yang terkait sumber daya air.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved