Penerapan Iptek untuk Pengelolaan Hutan dan Hasil Hutan yang Berkelanjutan

Pengelolaan sumber daya alam termasuk sumber daya hutan harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak penggunaan sumber daya.

Penerapan Iptek untuk Pengelolaan Hutan dan Hasil Hutan yang Berkelanjutan
dok. KLHK
Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Sylvana Ratina 

Pengelolaan sumber daya alam termasuk sumber daya hutan harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak penggunaan sumber daya.

Pengelolaan hutan dan hasil hutan diperlukan untuk terus menjalankan fungsi hutan dari aspek ekonomi, ekologi dan sosial sehingga dalam pemanfaatannya perlu memperhatikan nilai tambah dan efisiensi.

"Dalam hal ini, peran ilmu pengetahuan dan teknologi atau Iptek menjadi kebutuhan dan terus didukung oleh berbagai inovasi agar dapat mengelola sumber daya khususnya hasil hutan secara efisien dan berkelanjutan," ujar Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Sylvana Ratina, saat membuka konferensi internasional ke-5 peneliti kehutanan (The 5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers/INAFOR) hari kedua, di Bogor (28/2).

Pengelolaan hutan meninggalkan limbah dalam mengolah hasil hutan, memanen hasil hutan, dan dalam mengelola lingkungan secara umum. Dengan penerapan teknologi, pemanfaatan limbah dapat ditingkatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah tinggi, baik produk kayu, bioenergi, bahan pendukung industri dan produk strategis lainnya.

Penerapan Iptek juga mampu berkontribusi pada peningkatan pendapatan, mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang diarahkan pada zero waste.

Ekonomi sirkular pada dasarnya menggunakan limbah balik menjadi produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Konferensi yang mengusung tema “Enforcing Forest Restoration and Waste Management for Better Environment and Socio-Economic Benefits” ini, berlangsung selama 4 hari (27-29 Agustus 2019 di IPB International Convention Center, dan 30 Agustus 2019 di Kampus Gunung Batu).

Pada hari kedua, salah satu sub-tema yang diangkat yaitu “Adopting the Renewable Bioenergy and Waste Utilization to Support Circular Economy & Sustainable Environment”. Sesi ini menghadirkan 4 keynote speakers yaitu Prof. Takuya Kitaoka (Kyushu University), Prof. Wan Asma Ibrahim (FRIM), Prof. Junji Sugiyama (Kyoto University), Associate. Prof. Jugo Ilic (University of Melbourne) dan Dr. Ina Winarni (P3HH – BLI).

Para pembicara kunci mempresentasikan berbagai topik tentang Pemrosesan Bioenergi untuk Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan, serta Pemanfaatan dan Pengelolaan Limbah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular.

Peningkatan kebutuhan energi dihadapi oleh banyak negara di dunia. Pengembangan bioenergi adalah upaya untuk menghemat energi fosil yang semakin berkurang, sementara kebutuhan energi terus meningkat. Hal ini juga sejalan dengan kesadaran akan pengembangan energi ramah lingkungan.

Sub tema ini mencakup peningkatan nilai tambah dari pemanfaatan limbah industri kayu, pengembangan bioenergi dari biomassa termasuk limbah, tanaman hutan, dan sumber bioenergi lainnya, teknik peralatan, pengembangan model, studi ekonomi, dan lainnya.

Pemanfaatan limbah adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan dan sebagai sumber pendapatan alternatif yang dapat memperkuat partisipasi masyarakat dan peluang kerja.

Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular melalui penggunaan sumber daya alam yang cermat dalam proses yang ramah lingkungan sehingga memperoleh penggunaan sumber daya yang efisien.

Penerapan iptek dan inovasi secara tepat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk. Sub tema ini meliputi pemanfaatan limbah industri kayu dan pemanenan, pengelolaan limbah padat dan cair, pemanfaatan hasil pengolahan limbah untuk biomedis dan peningkatan kualitas produk hutan, dan bidang terkait lainnya.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved