Ribuan Pencaker di Jambi Padati Jobfair 2019

Gubernur Jambi Fachrori Umar sangat mengapresiasi agenda tahunan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jambi menggelar Jambi Jobfair 2019.

Ribuan Pencaker di Jambi Padati Jobfair 2019
Kemnaker
Jambi Jobfair 2019, bursa lowongan tenaga kerja yang berlangsung selama tiga hari (6-8 September 2019) diikuti oleh 50 perusahaan. Sebanyak 6.073 pelamar memperebutkan 1.683 lowongan pekerjaan. 

Gubernur Jambi Fachrori Umar sangat mengapresiasi agenda tahunan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jambi menggelar Jambi Jobfair 2019. Bursa lowongan tenaga kerja yang berlangsung selama tiga hari (6-8 September 2019) yang diikuti oleh 50 perusahaan itu, sebanyak 6.073 pelamar memperebutkan 1.683 lowongan pekerjaan.

“Jobfair 2019 yang dibuat Disnakertrans provinsi Jambi ini, membuat para pencari kerja lebih bersemangat dalam mencari lowongan pekerjaan. Ini bisa kita lihat daftar yang melamar mencapai lebih kurang 6 ribu orang dari 1.683 lowongan pekerjaan yang tersedia,” ujar Fachrori saat menutup Job Fair di di Mall Jambi Town Square (Jamtos), kota Jambi, Minggu (8/9/2019).

Fachrori Umar menilai dari tingginya animo masyarakat Jambi tersebut, menunjukkan para pencari kerja sangat antusias dan bersemangat sekali mengikuti job fair ini. “Terbukti dengan jumlah masyarakat Jambi yang hadir sampai hari ini sangat ramai sekali. Semoga penyelenggaraan event ini memberikan manfaat kepada masyarakat Provinsi Jambi, khususnya para pencari kerja di Provinsi Jambi,” kata Fachrori

Sedangkan Plt.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Muhammad Ali mengungkapkan jumlah pelamar tahun 2019 meningkat 10,41 persen dibandingkan  tahun sebelumnya. “Tingginya antusias dari para pencari kerja tersebut menunjukkan bahwa jumlah lowongan kerja yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan para pencari kerja, “  katanya.

Sedangkan Ketua Apindo Jambi, John Kennedy, menghimbau Disnakertrans Jambi  agar di masa depan membuat Sistem Developement Center yaitu Sistem perekrutmen online berbasis digital yang terhubung dengan beberapa perusahaan. “Sehingga para  pencaker di Prov.Jambi tidak perlu lagi "antri" melamar kerja dan dalam pelaksanaan rekrutment tidak ada lagi unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), “  katanya.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved