Ini Dia Beberapa Capaian Pemerintah di Sektor Perhubungan Laut Dalam Kurun Waktu 2014-2019

sektor transportasi laut telah berhasil memperkuat konektivitas antar wilayah di Indonesia yang salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan tol

Ini Dia Beberapa Capaian Pemerintah di Sektor Perhubungan Laut Dalam Kurun Waktu 2014-2019
Kemenhub
Tol Laut 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA (22/10) - Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun sejak tahun 2014, sektor transportasi laut telah berhasil memperkuat konektivitas antar wilayah di Indonesia yang salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan angkutan tol laut.

"Salah satu agenda prioritas yang terdapat di Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional yang selama ini merupakan tujuan dari penyelenggaraan tol laut," ujar Dirjen Agus.

Baca: Kemenhub Bakal Revisi Aturan soal Penggunaan Drone

Berkaitan dengan hal tersebut, Dirjen Agus juga menjelaskan beberapa capaian kinerja Pemerintah di sektor perhubungan laut dalam 5 tahun kebelakang.

"Komitmen di sektor perhubungan laut dalam membuka keterisolasian dengan memberikan dukungan aksebilitas terhadap daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan) melalui penyediaan prasarana," katanya.

Dirjen Agus menjelaskan sampai saat ini program tol laut telah memiliki 18 rute/trayek ditambah 2 rute/trayek baru di 2019 ini yang mampu menghubungkan pulau-pulau terluar sehingga distribusi barang-barang kebutuhan pokok berjalan dengan lancar hingga wilayah-wilayah terluar. "Program ini telah berhasil mengurangi disparitas harga bahan-bahan pokok sehingga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat di Indonesia Timur," ucapnya.

Di samping itu, guna meningkatkan kapasitas prasarana transportasi laut serta dalam rangka mewujudkan pelayanan transportasi laut yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) juga telah melakukan pengembangan pelabuhan.

Menurut Dirjen Agus, dalam kurun waktu 5 tahun, Ditjen Hubla telah berhasil menyelesaikan pengembangan pelabuhan sebanyak 24 pelabuhan untuk menunjang tol laut, pengembangan pelabuhan lain berjumlah 118, pembangunan kapal perintis 104 unit, pembangunan pelabuhan non komersial 136 lokasi, serta pembangunan kapal untuk mendukung program tol laut sebanyak 295 kapal.

"Pengembangan pelabuhan diantaranya pengembangan Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Kuala Tanjung dan proyek tol laut," jelasnya. Untuk meningkatkan bidang logistik, Kementerian Perhubungan juga akan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub internasional. Hal tersebut dilihat dari arus bongkar muat (throughput) petikemas di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2018 yang mencapai 7,5 juta TEUs dan diharapkan dapat terus1 bertambah menjadi 8 hingga 12 juta TEUs di tahun 2019.

Lebih lanjut Dirjen Agus menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan 113 trayek perintis yang dapat melayani saudara-saudara kita yang hampir tidak tersentuh kapal komersil.

Dalam kesempatan yang sama, Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan implementasi inaportnet sampai dengan tahun 2019 di 16 pelabuhan. "2 pelabuhan kelas I, 11 pelabuhan kelas II, 2 pelabuhan kelas III dan 1 pelabuhan kelas IV," katanya. "Implementasi ini dalam upaya peningkatan kinerja operasional pelabuhan melalui digitalisasi melalui cargo service dan passenger service," sambungnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved