Firman: Dukungan Jokowi Buat Airlangga Makin di Atas Angin

Dukungan untuk Airlangga yang inkumben ketua umum sejak akhir 2017 tersebut tak hanya diberikan oleh mayoritas pemilik suara, yakni DPD dan DPC.

Firman: Dukungan Jokowi Buat Airlangga Makin di Atas Angin
DPR-RI
Firman Soebagyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Posisi Airlangga Hartarto menjelang kontestasi kursi ketua umum Partai Golkar 2019-2024 semakin di atas angin.

Tak sampai satu bulan menuju ke arena pertarungannya dengan Bambang Soesatyo, pada Munas 4-5 Desember di Jakarta, Airlangga cenderung kian 'meninggalkan' rivalnya.

Dukungan untuk Airlangga yang inkumben ketua umum sejak akhir 2017 tersebut tak hanya diberikan oleh mayoritas pemilik suara, yakni DPD dan DPC seluruh Indonesia. Dukungan politis yang luar biasa juga diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di acara puncak perayaan HUT ke-55 Partai Golkar, Rabu (6/11/2019) malam lalu di Hotel Sultan, dinilai sebagai isyarat keberpihakannya kepada Menko Perekonomian tersebut.
Jokowi tak hanya mengapresiasi dan memuji kinerja Airlangga dan soliditas Golkar.

Menariknya, presiden juga menyinggung soal potensi perpecahan dan menyebut masalah komitmen.

"Kesolidan dan komitmen harus kita jaga bersama," demikian disampaikan Presiden Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan seluruh kader Partai Golkar.

Ihwal mempertahankan soliditas dan komitmen itu sebelumnya pernah disampaikan Bambang Soesatyo saat ia berikrar tidak akan maju ke perebutan ketua umum Partai Golkar pada Munas mendatang. Bamsoet merelakan Airlangga menjadi calon tunggal di munas.

Dalam pandangan Firman Soebagyo, politisi senior Partai Golkar, sangat wajar jika Presiden Jokowi mengapresiasi, memuji dan sekaligus memberikan penilaian baik kepada Airlangga Hartarto selama memimpin Partai Golkar.

"Wajar saja jika Presiden Jokowi memuji keberhasilan kepemimpinan Pak Airlangga di Partai Golkar. Pak Airlangga sudah banyak berkontribusi untuk partai. Pak Airlangga juga sudah sukses mengawal Pak Jokowi menang dua kali di Pilpres. Meski memimpin dalam waktu relatif belum lama, Pak Airlangga juga mampu membawa Partai Golkar memperoleh kursi terbanyak kedua di DPR," papar Firman Soebagyo, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11).

Firman Soebagyo juga mengingatkan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa soliditas dan komitmen menjaga partai jauh lebih penting agar dapat menjamin stabilitas politik internal maupun stabilias pemerintahan lima tahun ke depan. Hal itu sekaligus untuk menjawab tantangan persaingan ekonomi global yang jauh lebih berat.

Oleh karena itu, sebagai politisi senior Firman Soebagyo mengimbau semua kader Partai Golkar untuk tidak membuang-buang energi karena dari pengalaman di masa lalu, perpecahan di tubuh Golkar tidak membawa manfaat bagi partai. Tetapi sebaliknya, partai terpuruk hingga ke daerah-daerah.

"Perpecahan di masa lalu itu hendaknya menjadi pembelajaran termahal buat kita," Firman Soebagyo mengingatkan.
Masalah perpecahan yang pernah mendera Partai Golkar itu juga disampaikan oleh Presiden Jokowi. Jokowi berulangkali menegaskan agar menjelang munas Golkar tetap solid.

"Golkar sudah menjadi tulang punggung pemerintah saat ini. Jadi, misalnya ada guncangan sedikit saja di Partai Golkar, pemerintah ini juga ikut terguncang," tegas presiden. Jokowi menekankan agar guncangan-guncangan semacam itu tidak perlu terjadi di internal Partai Golkar.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved