Fadel Muhammad: Kampus Menjadi Laboratorium Kewirausahaan

Wakil Ketua MPR Prof Dr Fadel Muhammad mengatakan kampus (perguruan tinggi) harus menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk melatih diri menjadi wirau

Fadel Muhammad: Kampus Menjadi Laboratorium Kewirausahaan
Kementan
Wakil Ketua MPR Prof Dr Fadel Muhammad 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Prof Dr Fadel Muhammad mengatakan kampus (perguruan tinggi) harus menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk melatih diri menjadi wirausaha atau entrepreneur.

Di kampus mahasiswa melatih diri di Koperasi Mahasiswa (Kopma) sehingga setelah lulus dari perguruan tinggi mereka menjadi pengusaha.

"Kampus harus menjadi laboratorium untuk mahasiswa melatih diri menjadi entrepreneur. Menjadi pengusaha ke depan harus berbasis perguruan tinggi," kata Fadel Muhammad dalam Kuliah Umum Perkoperasian dan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Prof Mattulada, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin, Makasar, Senin (11/11/2019).

Kuliah umum dalam rangkaian Kopma Unhas Fair 2019 ini dihadiri Rektor Unhas Dwia Aries Tina Palubuhu dan dua anggota MPR Ajiep Padindang dan Lily Amelia Salurapa.

Baca: Misbakhun: Orang yang Berbuat Baik Untuk Orang Lain, Bisa Disebut Pahlawan.

Kepada para mahasiswa, Fadel menceritakan pengalaman berwirausaha sejak menjadi mahasiswa ITB. Fadel Muhammad masuk ITB pada tahun 1972. Dua tahun kemudian dia sudah aktif sebagai anggota Kopma ITB. Pada tahun 1975 Fadel Muhammad menjadi Ketua Kopma ITB.

Di bawah kepemimpinannya, Fadel Muhammad menggerakan aktivis kampus untuk menjual baju dan kaos dengan simbol Ganesha kepada anak-anak SMA. Kopma ITB berkembang pesat.

"Kopma bisa menjadi tempat untuk menumbuhkan spirit kewirausahaan dan entrepreneur. Sebab, Kopma ini menjadi embrio lahirnya wirausaha dan entrepreneir," kata Wakil Ketua MPR dari Kelompok DPD ini.

Dalam kesempatan itu Fadel mengungkapkan tujuh ciri wirausaha atau entrepreneur. Pertama, memiliki leadership. Kedua, melakukan inovasi. "Kunci pengusaha adalah inovatif, yang artinya melakukan sesuatu yang baru tetapi lebih bagus dan lebih baik," ujarnya.

Baca: Kementan Tegaskan Tidak Benar 22 Juta Penduduk Alami Kelaparan Kronis

Ketiga, memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang didominasi otak kanan atau mengasah intuisi. Keempat, mempunyai sikap yang tanggap terhadap perubahan.

"Ini yang paling sulit. Attitude toward the change. Wirausaha harus berani atau mau berubah jika ada sesuatu yang baru. Wirausaha memiliki sikap terbuka terhadap perubahan," jelasnya.

Kelima, tidak hanya bekerja keras, wirausaha juga harus bekerja cerdas. Artinya bekerja dengan menggunakan kepintaran (pikiran yang smart). Keenam, memiliki visi masa depan berdasarkan kemampuan atau kapabilitas, peluang, dan strategi. Ketujuh, fokus pada peluang yang ada dengan mengkalkulasi risiko secara cermat.

Baca: Cetak Sawah Baru, Kementan Terapkan Dua Cara

"Ketujuh ciri itu harus dimiliki seorang wirausaha atau entrepreneur. Kopma bisa melahirkan wirausaha dengan ciri-ciri seperti itu," imbuhnya.

Saat ini Fadel Muhammad sedang mengembangkan sinergi antara perguruan tinggi atau kampus dengan industri. "Kalau dunia kampus dan industri bisa bekerjasama dengan baik maka lulusan perguruan tinggi bisa mempunyai wawasan luas untuk menjadi pekerja atau membuka lapangan pekerjaan sebagai wirausaha," pungkasnya.

Sementara itu anggota MPR dari Kelompok DPD H. Ajiep Padindang dan Lily Amelia Salurapa menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved