Petani Kalsel Mulai Panen Jagung Hasil Program Korporasi Kementan

Program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani Kementerian Pertanian (Kementan)

Petani Kalsel Mulai Panen Jagung Hasil Program Korporasi Kementan
kementan
Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Takdir Mulyadi dalam acara panen, Rabu (27/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, TANAH LAUT – Program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani Kementerian Pertanian (Kementan) yang dijalankan sejak 2018 menuai hasil yang menggembirakan.

Program yang dijalankan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan sebagai wilayah kawasan jagung kini mulai dipanen.

Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Takdir Mulyadi mengatakan panen jagung Hibrida Varietas JH 37 ini dilaksanakan pada lahan korporasi seluas 72 ha. Dari hasil panen jagung ini bisa menghasilkan benih jagung hibrida sebanyak 75 Ton.

Baca: Kementan Dorong Pengembangan Sagu untuk Memantapkan Ketahanan Pangan

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada petani dan pemerintah setempat dengan terlaksanannya panen jagung hibrida ini. Hasilnya ini nanti bisa dimanfaatkan kembali untuk menanam pada musim berikutnya,” kata Takdir dalam acara panen, Rabu (27/11/2019).

Takdir sangat bangga dengan semangat juang para petani. Sebab, meskipun musim kering namun tidak menjadi hambatan yang besar untuk tetap melakukan tanam.

Ke depan, kata Takdir, Program Pengembangan Kawasan ini akan dilakukan pengembangan dengan strategi Musim Tanam yang tepat.

Baca: Gelar Tasyakuran dan Maulid Nabi, Mentan Syahrul Berpesan Jaga Kesatuan dan Persatuan

“Insya Allah saya yakin akan maksimal hasilnya sehingga jadwal tanam akan dimajukan ke bulan Maret 2020 sudah mulai tanam,” cetusnya.

Lebih lanjut Takdir menjelaskan kegiatan korporasi ini merupakan stimulant dari Kementan untuk memacu para petani guna menghasilkan benih berikutnya.

Pada tahun I dan II difokuskan pada penguatan kelembagaan petani, dimana kelompoktani melakukan kerjasama dengan produsen benih yang mengopkup calon benih jagung hibrida yang dihasilkan kelompok tani penangkar.

"Sedangkan pada tahun ketiga dan keempat difokuskan pada pengembangan kelembagaan ekonomi petani dan tahun kelima pemantapan korporasi petani," jelasnya.

Baca: Kementan Kendalikan Hama Dengan Teknologi Ramah Lingkungan

Melalui program ini, ungkap Takdir, petani ditingkatkan kapasitasnya yakni bagaimana mengelola bisnis usaha penangkaran benih jagung hibrida mulai hulu sampai hilir, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Selain itu, petani diajarkan bagaimana membuat benih jagung hibrida mulai dari teknik budidaya produksi benih sampai penguatan kelembagaan korporasi tani.

“Kerjasama ini dilaksanakan karena kelompok tani secara permodalan belum mampu melaksanakan pemasarannya secara mandiri. Akan tetapi, secara bertahap poktan akan terus dibina sehingga pada akhirnya dapat membentuk suatu kelembagaan ekonomi (Koperasi tani, red) yang berbadan hukum yang kepemilikan sahamnya sebagaian besar dimiliki oleh kelompoktani,” kata Takdir.

Baca: Ekspor 60 Ton Porang, Mentan SYL Ajak Petani dan Eksportir Millenial Bergabung

“Tentunya peran serta pemerintah daerah juga sangat menentukan keberhasilan kegiatan ini. Seperti halnya yang diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar Pemerintah daerah minta memiliki komitmen yang sama untuk bisa mempertahankan lumbung pangan daerah, dengan mempertahankan lahan pertanian,” sambungnya.

Pada kegiatan panen ini turut hadir pula kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan yang di wakili kabid Tanaman Pangan, Kepala BPSB Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BPP kec Takisung, POPT dan para petani. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved