Cegah COVID-19, Kemenparekraf Apresiasi Panorama Grup Sediakan Fasilitas Kesehatan

Langkah kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata ini merupakan misi kemanusiaan. Bukan lagi terkait untung atau rugi.

dok. Kemenparekraf

TRIBUNNEWS.COM – Guna mencegah penyebaran COVID-19, Panorama Group melalui unit usaha Panorama Destination dan White Horse telah melakukan melakukan beberapa prosedur.

Diantaranya penyemprotan disinfektan baik di dalam ataupun di luar bis, menyediakan masker untuk orang sakit, serta memberikan hand sanitizer, termasuk kepada pengemudi dan asisten yang melayani wisman.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi kesiapan armada transportasi ini karena turut bersama-sama berjuang dan membantu berkontribusi dalam menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

“Langkah kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata ini merupakan misi kemanusiaan. Bukan lagi terkait untung atau rugi. Namun semua ini dilakukan bersama untuk menangani wabah COVID-19, meskipun kami sadar industri pariwisata adalah salah industri yang terdampak,” kata Angela.

Wamenparekraf juga mengajak para pelaku industri pariwisata lainnya untuk bahu-membahu, bekerja sama dalam penanganan COVID-19 ini. Diantaranya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan di tengah pandemi COVID-19.

“Kami membuka lebar kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata lainnya. Untuk bersama-sama menyelamatkan Indonesia dari pandemi COVID-19,” ujarnya.

Angela dalam kunjungannya di Pool White Horse, Jl. Husein Sastranegara, Kota Tangerang, Banten, Jumat (3/4/2020) lalu, didampingi Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa dan Juru Bicara Satgas COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema.

Sementara dari pihak perusahaan transportasi didampingi oleh Direktur Pengembangan Bisnis Panorama Destination Ricky Setiawanto, Vice President Brand and Communication Panorama Group AB Sadewa dan Angreta Chandra, CEO White Horse Group.

Angreta Chandra menjelaskan, para kru sebelum beroperasi sudah dibekali pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pengemudi maupun asisten pengemudi agar merasa lebih aman dan siap dalam menjalankan tugas sesuai dengan standar yang berlaku termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) WHO dan Kementerian Kesehatan.

kemenpar-060420-1

Misalnya aturan duduk berjarak minimal 1 meter di dalam bus, kru bus dibekali masker dan sarung tangan, alat pengukur suhu nonkontak, hand-sanitizer, sprayer, disinfektan, kain lap, gunting, dan kantong plastik sampah.

“Pengemudi dan asisten pengemudi pun diinapkan di hotel yang sama dengan tenaga kesehatan selama bertugas,” katanya.

“Meskipun hanya bekerja mengantar jemput, dan tidak menangani pasien secara langsung. Namun kami tetap bangga bisa berkontribusi bersama para pahlawan melawan COVID-19 ini untuk memerangi wabah di Indonesia. Kalau wabah ini selesai, pekerjaan kami juga akan kembali normal seperti sedia kala. Saya di sini bisa merasa bersama menjaga Indonesia,” katanya.

Berita Populer
Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved